Heboh Kerajaan Kandang Wesi di Garut, Nurseno Akui Sebagai Raja, tapi…

Jumat, 24 Januari 2020 - 17:05:18 - Dibaca: 731 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

GARUT – Usai Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire, masyrakat kini dihebohkan dengan keberadaan Kerajaan Kandang Besi.

Kerajaan tersebut berada di Desa Tegal Gede, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Foto-foto kerajaan ini pun banyak beredar di grup-grup Whatsapp dan media sosial.

Disebutkan bahwa kerajaan itu dipimpin seorang raja bernama Nurseno SP Utomo.

Ditemui di salah satu kafe di Garut, Nurseno mengakui bahwa dirinya adalah seorang raja.

Akan tetapi ‘raja’ itu bukan didapat dari keturunan, melainkan tak lebih dari sebuah gelar saja.

Selain itu, Nurseno menyebut dirinya tidak pernah mendeklarasikan diri sebagai seorang raja.

Gelar raja didapatnya usai mendirikan Padepokan Syahbandar Kari Madi (SKM) yang didirikan pada 1998.

“Saya mendapat pengakuan sebagai Raja Kandang Wesi dari Forum Komunikasi Raja-raja dan Sultan Nusantara yang diketuai Maskut Toyib,” ujarnya, Jumat (25/1/2020).

Maskut Toyib sendiri adalah Kepala Budaya Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Jadi, ‘raja’ yang disandangnya hanya sebuah gelar semata.

Nurseno juga membantah bahwa dirinya pernah mendirikan sebuah kerajaan.
Namun ia menyatakan, bahwa dalam sejarahnya, Kandang Wesi memang dulu pernah ada sebuah kerajaan.

“Itu sudah ada penelitiannya. Saya hanya sebagai pemangku adat untuk menjaga budaya di sana,” jelasnya.

Pria yang kerap memakai kacamata ini mengakui memiliki baju kebesaran yang hanya merupakan sebuah kostum.

Kostum itu juga hanya ia sendiri yang memiliki. Sedangkan murid-murid di padepokan silatnya tidak ada yang memiliki.

“Saya ada kostum, tapi hanya untuk saya. Murid saya yang lain tidak pakai kostum,” sambungnya.

Lebih lanjut, Nurseno juga menyatakan bahwa di padepokan silatnya itu tidak berlaku strata sosial.

“Tidak ada pangkat-pangkat. Semua itu hanya untuk menjaga budaya saja,” pungkasnya.

Sementara, Dandim 0611/Garut, Letkol Inf Erwin Agung Teguh Wiyono Andrianto menyatakan pihaknya sudah mendatangi langsung Kerajaan Kandang Wesi.

“Memang ada rajanya bernama Nurseno SP Utomo,” ungkapnya, Jumat (24/1/2020).

Kelompok itu juga tercatat memiliki anggota sebanyak 150 orang dan tersebar di Kabupaten Garut.

“Setelah kita datangi dan kita cek, itu bukan kerajaan, hanya sebuah padepokan silat saja,” jelasnya.

Pengecekan juga sudah dilakukan bersama Polres dan Pemkab Garut. Hal itu untuk memastikan apakah ada hal yang menyimpang soal ‘kerajaan’ itu.

“Hasil analisa kami lebih ke padepokan silat dan melestarikan kebudayaan,” paparnya.(ruh/pojoksatu)

Sumber: www.pojoksatu.id