Kondisi Mahasiswa dan WNI di China

Selasa, 28 Januari 2020 - 11:38:22 - Dibaca: 254 kali

Google Plus Stumbleupon


Para pelajar dari Indonesia dan negara lain antre membeli makanan di sekitar kampus asrama di Wuhan, Provinsi Hubei, China, Senin (27/1). Foto: ANTARA/HO-PPIT Wuhan
Para pelajar dari Indonesia dan negara lain antre membeli makanan di sekitar kampus asrama di Wuhan, Provinsi Hubei, China, Senin (27/1). Foto: ANTARA/HO-PPIT Wuhan / Jambi Ekspres Online

 JAKARTA - Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok (PPIT) Cabang Wuhan Nur Musyafak memastikan keberadaan para mahasiswa dan warga negara Indonesia (WNI) dalam kondisi baik.


Saat ini Kota Wuhan sedang ditutup total aksesnya untuk menghindari meluasnya penyebaran virus corona jenis baru. PPIT Wuhan mendata seluruh mahasiswa dan WNI yang sedang berada di Provinsi Hubei hingga Senin (27/1) pukul 14.00 waktu setempat (13.00 WIB) sebanyak 244 orang.

Mereka tersebar di Wuhan, Xianning, Huangshi, Jingzhou, Xianyang, dan Enshi.
"Seluruh mahasiswa dan WNI dalam keadaan sehat dan tidak ada yang terjangkit virus corona serta dalam pantauan kampus dan ketua ranting masing-masing," ujar Musyafak dalam keterangan tertulis seperti dilansir Antara, Senin malam.

Musyafak mengimbau masyarakat Indonesia tidak mudah percaya dengan informasi yang tidak benar dan tidak akurat terkait keberadaan mereka di China.

PPIT Wuhan, ketua ranting, KBRI Beijing, dan PWNI-BHI Kementerian Luar Negeri RI sebelumnya melakukan rapat koordinasi melalui fasilitas telekonferensi untuk membahas perkembangan mengenai kemungkinan penarikan mereka dari lokasi saat ini.
Terkait pemenuhan kebutuhan logistik, KBRI Beijing mengirimkan dana melalui WechatPay ke akun ketua ranting masing-masing.

Kota Wuhan yang merupakan episentrum wabah yang disebabkan oleh 2019-nCoV ditutup total sejak Kamis (23/1) pukul 10.00 waktu setempat diikuti 13 kota lain di Provinsi Hubei.

Hingga Senin sore, sebanyak 2.823 orang terjangkit 2019-nCoV dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 81 orang. Penduduk Wuhan sendiri saat ini berjumlah 11 juta jiwa.

Pemerintah China mengerahkan ratusan personel kesehatan dari berbagai wilayah untuk membantu penanganan wabah tersebut serta mempercepat pembangunan rumah sakit lapangan di Wuhan agar bisa digunakan pada 2 Februari 2020. (antara/jpnn)

sumber: www.jpnn.com