3 Perempuan Honorer K2 Sabar Menunggu di Depan Ruang Komisi II DPR

Senin, 24 Februari 2020 - 20:02:55 - Dibaca: 1008 kali

Google Plus Stumbleupon


Tiga pimpinan Perkumpulan Hononer K2 Indonesia Nunik Nugroho (berdiri), Titi Purwaningsih, Nur Baitih (jilbab putih) saat menunggu rapat Panja ASN yang bersifat tertutup, di Senayan,Senin (24/2). Foto: Mesya/JPNN.com
Tiga pimpinan Perkumpulan Hononer K2 Indonesia Nunik Nugroho (berdiri), Titi Purwaningsih, Nur Baitih (jilbab putih) saat menunggu rapat Panja ASN yang bersifat tertutup, di Senayan,Senin (24/2). Foto: Mesya/JPNN.com / Jambi Ekspres Online

 

JAKARTA - Rapat Panja Aparatur Sipil Negara (ASN) Komisi II DPR di Senayan, Senin (24/2) berlangsung tertutup.


Namun, tiga Srikandi honorer K2 masing-masing Ketum Perkumpulan Hononer K2 Indonesia (PHK2I) Titi Purwaningsih, Korwil PHK2I DKI Jakarta Nur Baitih, dan Korda PHK2I Magelang Nunik Nugroho, tetap semangat dan sabar menunggu dari jam 10.00 hingga 14.00.

Mereka berupaya untuk menyampaikan aspirasi honorer K2, setiap kali ada kesempatan. Termasuk hari ini, ketika pejabat dari sejumlah menteri terkait hadir di rapat Panja ASN di Senayan.
Mereka tak lelas menyauarakan tuntutan agar pemerintah dan DPR RI memprioritaskan pengangkatan honorer K2 jadi PNS.

"Honorer K2 harus jadi prioritas dong, karena data kami sudah masuk dalam data base Badan Kepegawaian Negara (BKN)," kata Titi yang ditemui JPNN.com di depan pintu masuk ruang Komisi II DPR RI, Senin (24/2).

Dari pantauan, tiga perempuan ini tak sungkan mendekati anggota Panja yang ke luar ruangan, untuk salat atau ke toilet. Mereka berusaha mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya.
Rasa lapar dan haus mereka abaikan. "Kalau belum selesai, belum bisa ke kantin. Biarin saja nunggu sampai selesai," ujar Nunik.

Sementara Nur Baitih, berusaha dari balik pintu mengambil foto hasil kesimpulan Panja yang terpampang di layar ruang rapat Panja.
"Maaf enggak boleh difoto, takutnya bocor ke mana-mana," ujar salah satu petugas Pamdal DPR sambil menutup pintunya, melarang Nur Baitih mengintip hasil rapat. (esy/jpnn)

sumber: www.jpnn.com