Pilkada 2020, Dua Paslon Jajal Jalur Perseorangan

ABJ Gagal, Hendri M Nur Melenggang

Senin, 24 Februari 2020 - 22:45:19 - Dibaca: 370 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAMBI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan masa penerimaan dokumen calon perseorangan berakhir, Senin (24/2) kemarin. Dari lima Kabupaten/Kota dan satu Pilgub Jambi yang menggelar Pilkada, hanya dua daerah yang dipastikan dijajal jalur perseorangan.
Keduanya yakni Romi Hariyanto-Robby Nahliansyah yang maju di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) dan Hendri M Nur dan Ismail Buzar di Kabupaten Bungo. Sedangkan Abu Bakar Jamalia (ABJ)-Harnuni di Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) di pastikan gagal karena batal menyerahkan dokumen dukungan ke KPU hingga pukul 11.59 Wib sejak di buka dari 21-23 Februari kemarin.
Komisioner KPU Provinsi Jambi, M. Sanusi mengatakan hingga batas waktu yang ditentukan, ABJ-Harnuni yang sudah menginput data di sistim informasi pencalonan (Silon) tidak datang mendaftar ke KPU.
"Oleh karena itu teman-teman KPU Tanjabbar menggelar rapat pleno untuk menutup massa penyerahan," kata M. Sanusi.
Sanusi menjelaskan, rapat pleno yang dilaksanakan memutuskan jika tidak ada calon perseorangan di Pilbup Tanjabbar. "Dipastikan Pilbup Tanjabbar tanpa calon perseorangan," kata M. Sanusi.
Ia juga menjelaskan jika pasangan bakal calon perseorangan di Pilbup Tanjabbar, ABJ-Harnuni sudah menginput data di Silon KPU sebanyak 13 ribuan. Namun hingga waktu berakhir, jumlah itu tidak mengalami pergerakan untuk memenuhi syarat minimal dukungan sebanyak 21.428 KTP. "Sampai batas akhir pasangan ABJ-Harnuni tidak datang mendaftar ke KPU sehingga dinyatakan pasangan ini gagal," ucapnya.
Berbeda dengan Tanjabbar, bakal pasangan calon jalur independen Hendri M. Nur - Ismail Buzar menyerahkan berkas dukungan kepada KPU Bungo. Mantan calon DPD RI ini menyerahkan dukungan pada pukul 23.50 WIB, 10 menit menjelang ditutupnya pendaftaran.
"Mereka serahkan dukungan sebanyak 24.732. Selisih sekitar 800 dukungan dari yang sudah ditetapkan sebagai angka minimal dukungan," kata M. Sanusi.
Ia mengatakan, saat ini teman-teman KPU Bungo masih melakukan penghitungan jumlah dukungan. Nanti akan dicek kelengkapan dukungan tersebut apakah valid atau tidak.
Setelah selesai penghitungan nanti akan kelihatan apakah bisa diterima berkas tersebut untuk masuk tahapan selanjutnya atau tidak. "Sampai sekarang potensi untuk tidak diterima ada, makanya kita tunggu proses penghitungannya selesai terlebih dahulu oleh teman-teman KPU Bungo," sebutnya.
Sebelumnya, pasangan Romi-Robby sudah lebih dulu mendaftar sebagai jalur perseorangan. Pasangan petahana tersebut menyerahkan sebanyak 30.203 dan setelah verifikasi menyusut sebanyak 1.111 dukungan. namun jumlah itu sudah melebihi syarat minimal mendaftar yakni 16.585 dukungan.
Ketua KPU Bungo, Muhmmad Bisri mengatakan pihaknya saat ini terus melakukan penghitungan dan penelitian dokumen dukungan. Karena untuk maju kandidat harus memenuhi dukungan minimal sebanyak 23.932 KTP atau 10 persen Daftar Pemilih Tetap (DPT) Bungo.
"Kalau untuk jumlah sudah melebih syarat. Jika dinyatakan sah, bakal calon jalur perseorangan bisa mengikuti tahapan selanjutnya ," tutup Bisri.
Disamping itu, usai gagal melirik jalur persorangan, ABJ rupanya menyiapkan diri maju dari jalur partai politik (Parpol). "Kalau saya tidak terkejar, maka akan tempuh jalur partai politik," ujar ABJ.
ABJ mengatakan jika dirinya sudah mendaftar di partai Golkar. Itu memang dilakukan untuk mengantisipasi kekurangan dukungan bila maju dari jalur independen. "Kita juga sudah ada mendaftar di Parpol yakni di Golkar," ucapnya.
Sementara itu, KPU Batanghari memastikan tidak ada kontestan dari jalur perseorangan. Ini setelah tidak adanya pasangan calon yang menyerahkan syarat dukungan calon perseoranagn hingga batas akhir pendaftaran.
Ketua KPU kabupaten Batanghari, Abdul Kadir mengatakan bahwa tidak ada masa perpanjangan terhadap tahapan penyerahan berkas calon dukungan perseorangan. "Untuk calon perseorangan di kabupaten Batanghari yang melakukan penyerahan syarat dukungan, itu nihil ataupun tidak ada yang menyerahkan,”ungkap.
Kadir menjelaskan, dengan demikian pada tahapan selanjutnya untuk mencalonkan diri menjadi Bupati dan Wakil Bupati hanya bisa dilakukan melalui jalur partai politik (Parpol). Untuk partai politik ini minimal calon Bupati dan Wabup harus memiliki 7 kursi.
“Sehingga kalau melalui jumlah kursi itu 20 persen dari jumlah kursi yang ada, yakni 35. Artinya hanya 7 kursi minimal mereka untuk mencalonkan diri,” jelas Kadir.
Kadir berujar, bahwa pendaftaran untuk melalui jalur Parpol akan dilaksanakan pada tanggal 16, 17 dan 18 Juni 2020. “Pada intinya yang menyerahkan syarat dukungan calon perseorangan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020 nihil,” tukasnya. (wan/rza/ptm)