Istana: Ibunda Jokowi Meninggal Bukan Karena Corona

Rabu, 25 Maret 2020 - 19:58:00 - Dibaca: 461 kali

Google Plus Stumbleupon


Rombongan Presiden Joko Widodo membawa jenazah almarhumah Sujiatmi Notomiharjo dengan mobil ambulan di Rumah Sakit Tentara Slamet Riyadi Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu (25/3/2020). Foto: ANTARA/Mohammad Ayudha/pras.
Rombongan Presiden Joko Widodo membawa jenazah almarhumah Sujiatmi Notomiharjo dengan mobil ambulan di Rumah Sakit Tentara Slamet Riyadi Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu (25/3/2020). Foto: ANTARA/Mohammad Ayudha/pras. / Jambi Ekspres Online

JAKARTA - Ibunda Presiden Joko Widodo, Sujiatmi Notomiharjo, dipastikan meninggal dunia bukan karena terinfeksi virus corona baru (COVID-19).

Juru Bicara Presiden Joko Widodo (Jokowi) Bidang Sosial Angkie Yudistia saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (25/3), mengatakan penyebab meninggalnya ibunda Presiden Jokowi bukan karena infeksi virus corona.

“Almarhumah meninggal bukan karena corona,” kata dia.
Ia meminta publik untuk menanti keterangan resmi dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno yang akan segera menyampaikan informasi berkaitan dengan hal tersebut sesampainya di Kota Solo.

Hal yang sama disampaikan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat dikonfirmasi yang mengatakan bahwa Mensesneg Pratikno sudah menginformasikan kepada seluruh jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju perihal penyebab meninggalnya ibunda Presiden Jokowi.

“Tadi Pak Pratik (Mensesneg Pratikno, red.) menyampaikan kepada para menteri bahwa (almarhumah, red.) bukan karena virus corona, supaya tidak ada spekulasi di publik,” katanya.
Ibunda Presiden Joko Widodo, Sujiatmi Notomiharjo, berpulang pada Sabtu, sekitar pukul 16.45 WIB, dan tak lama setelah mendengar kabar tersebut Presiden Jokowi langsung terbang ke Solo.

Ibunda Presiden Jokowi, Sujiatmi Notomiharjo, dikabarkan meninggal dunia dalam usia 77 tahun di RST Tingkat III Slamet Riyadi Kota Surakarta, Jawa Tengah.
Ucapan duka cita mengalir deras di berbagai lini masa media sosial dan banyak grup percakapan Whatsapp, bahkan sejumlah tanda pagar yang memberikan dukungan kepada Presiden mulai menjadi tren, di antaranya #AkuBersamaPresiden dan #IamWithThePresident. (antara/jpnn)

sumber: www.jpnn.com