Khawatir Tertular ke Rekan, Perawat Ini Bunuh Diri Setelah Positif Corona

Kamis, 26 Maret 2020 - 13:56:50 - Dibaca: 535 kali

Google Plus Stumbleupon


Foto: Personil medis sedang bekerja di unit perawatan intensif rumah sakit Brescia, Italia. (DayliMail)
Foto: Personil medis sedang bekerja di unit perawatan intensif rumah sakit Brescia, Italia. (DayliMail) / Jambi Ekspres Online

ITALIA- Daniela Trezzi (34) seorang perawat Italia, putuskan bunuh diri setelah dinyatakan positif terjangkit virus corona. Trezzi dilaporkan bunuh diri karena khawatir covid-19 yang menyerangnya, bisa terjangkit ke orang lain terutama pasien dan rekan-rekan perawatnya.

Menurut laporan, Trezzi, yang bekerja di Rumah Sakit San Gerardo di Monza, di wilayah Lombardy, Italia. Awal terserang covid-19, Ia dilaporkan mulai merasa mual. Pada saat itu, dia bekerja di Unit Perawatan Intensif rumah sakit. Namun, ia mengambil cuti beberapa minggu setelah didiagnosis terserang corona.

Wanita muda itu dilaporkan bingung atas tuduhan bahwa ia telah menularkan penyakit itu kepada pasiennya dan rekan kerjanya lainnya
Meskipun didiagnosis dengan penyakit itu, dia tidak berada di bawah pengawasan pemerintah.

Perawat Daniela Trezi (Facebook)

Dalam sebuah pernyataan yang disediakan melalui The New York Post, Federasi Perawat Nasional Italia mengatakan bahwa organisasi itu sedih atas kematian rekan mereka.

“Kita masing-masing telah memilih profesi ini untuk kebaikan dan, sayangnya, juga untuk buruk: kita adalah perawat. Kondisi dan tekanan yang dialami oleh para profesional kami berada di bawah mata semua, “bunyi pesan dar federasi Perawat Italia.

Setidaknya ini adalah kasus pertama bunuh diri oleh seorang perawat karena kasus virus corona.

Italia adalah negara yang paling terpukul di Eropa, dalam kasus coronavirus. Italia memiliki lebih dari 74.000 kasus penyakit mematikan dan telah mencatat lebih dari 7.500 kematian. Dalan sehari, Italia bisa mencatat rekor kematian akibat covid-19 ini lebih dari 700 orang

Menurut laporan Business Insider 11 Maret, kondisi kepanikan di Italia, membuat perawat bekerja keras dan benar-benar kelelahan Dokter bekerja shift yang berlangsung selama berhari-hari.

Jumlah perawat yang sedikit, sehingga dokter melakukan hal-hal seperti memindahkan pasien di antara tempat tidur atau memberikan perawatan yang biasanya dilakukan perawat.

“Saya melihat kelelahan pada wajah-wajah yang tidak tahu apa itu meskipun beban kerja mereka sudah melelahkan,” tulis seorang dokter dikutip Inquisitir.

Sayangnya, para dokter dan petugas kesehatan yang merawat pandemi mematikan itu sendiri tidak kebal terhadapnya. Di antara puluhan ribu kasus COVID-19 aktif di Italia, hampir 6.000 di antaranya adalah pekerja perawatan kesehatan. (dal/fin).

Sumber: www.fin.co.id