Lima Desa Minta Raskin Tambah

Selasa, 16 Oktober 2012 - 10:28:35 - Dibaca: 2586 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

MUARABULIAN - Ditengah munculnya kesadaran warga mengembalikan beras miskin yang dianggap bukan haknya, ada juga muncul permintaan penambahan daftar penerima beras miskin. Permintaan tersebut antara lain datang dari Kelurahan Teratai, Desa Tebing Tinggi, Desa Terusan, Desa Bulian Jaya, dan Desa Bukit Sari.

            Munculnya permintaan penambahan penerima tersebut diakui Kabag Ekonomi Setda Batanghari, Henry Jumiral. Dikatakanya, bila diakumulasikan, permintaan penambahan daftar penerima raskin jumlahnya lebih dari 300 kepala keluarga. Permintaan terbanyak datang dari Tebing Tinggi, Teratai, dan Terusan. ‘’Tiga desa inilah yang saat ini minta jatah tambahan raskin bagi warga mereka,’’ ucapnya.

            Dikatakannya, saat ini pihaknya belum bisa memutuskan apakah yang mengajukan mendapatkan raskin itu bisa masuk dalam daftar penerima. ‘’Kemungkinan bisa dimasukkan sebagai penerima, tapi tergantung pemerintah pusat, sebab itu bukan kewenangan kami. Kami akan menyurati Kementrian Kesejahteraan Rakyat,’’ ujarnya.

            Nama-nama yang didaftarkan untuk dimasukkan sebagai penerima raskin itu, katanya, tahun lalu masuk sebagai penerima. Namun sejak Juni lalu, sesuai dengan data yang baru, nama mereka tidak dimasukkan lagi sebagai penerima. ‘’Mungkin karena dianggap mereka tidak miskin lagi,’’ katanya.

            Sejak Juni, jumlah penerima raskin sebenarnya bertambah di Batanghari. Mulai tahun 2008 hingga Mei 2012, jumlah penerima raskin sebanyak 9.611 Rumah Tangga Sasaran (RTS). Sementara sejak Juni 2012, penerimanya bertambah 4.892 RTS, sehingga totalnya menjadi 14.503 RTS.

            Namun tidak semua yang terdaftar sebagai penerima raskin tahun sebelumnya dimasukkan di daftar yang baru. ‘’Penerima di setiap desa dan kelurahan berubah. Ada yang bertambah dan ada yang justru berkurang. Seperti di Kelurahan Teratai, penerimanya berkurang hingga 60 persen,’’ ungkapnya.

            Dia menyebut, penambahan raskin terbanyak terdapat di Kecamatan Maro Sebo Ulu. Namun dirinya tidak bisa menjelaskan mengapa di kecamatan itu terdapat penambahan yang signifikan. ‘’Kami hanya menerima data dari BPS saja, dan BPS juga yang menentukan penerima raskin,’’ tandasnya.

(cr6)