Yakin Bakal Lebih Baik Lawan Thailand

Selasa, 10 Desember 2013 - 11:16:59 - Dibaca: 1159 kali

Google Plus Stumbleupon


POIN SEMPURNA: Pemain Indonesia Yohanes Ferinando Pahabol dan pemain cambodia Touch Pancharong dalam pertandingan Seagames 27, di stadion Youth Training Center Yangon, 9/12/2013.(SUGENG DEAS/JAWA POS)
POIN SEMPURNA: Pemain Indonesia Yohanes Ferinando Pahabol dan pemain cambodia Touch Pancharong dalam pertandingan Seagames 27, di stadion Youth Training Center Yangon, 9/12/2013.(SUGENG DEAS/JAWA POS) / Jambi Ekspres Online

0 Kamboja v  Indonesia 1

YANGON-Kekhawatiran tentang daya gedor tim nasional (timnas) SEA Games 2013 terbukti di laga perdana melawan Kamboja kemarin sore WIB di Thuwunna Youth Training Center, Yangon. Mengontrol penuh jalannya pertandingan dan menciptakan banyak peluang, Garuda Muda"julukan timnas SEA Games"hanya menang 1-0 (0-0).

Itu pun Garuda Muda harus menunggu hingga menit ke-53 untuk bisa membobol gawang lawan yang dikawal Sou Yaty. Adalah Yandi Sofyan yang menjadi pemecah kebuntuan Indonesia setelah memaksimalkan umpan Dendi Santoso.

"Saya akui, para pemain kami bermain tidak dalam form terbaik," ujar pelatih Indonesia Rahmad Darmawan seusai pertandingan.

RD"sapaan akrab Rahmad Darmawan"menyatakan bahwa anak asuhnya tidak tampil seperti ketika di sesi latihan. Atau di saat menjalani uji coba terakhir di Piala MNC bulan lalu. Ketika itu, dalam tiga laga, Garuda Muda membukukan 11 gol dan hanya sekali kebobolan.

Menurut RD, pemicu kegagalan Garuda Muda mencatat kemenangan besar atas Kamboja adalah kekurangtenangan ketika sudah berada di sepertiga terakhir area lawan. Selain itu, koordinasi antarlini juga masih kurang rapi sehingga salah umpan kerap terjadi. 

Itulah pekerjaan rumah yang harus dibereskan RD sebelum Garuda Muda meladeni Thailand Kamis mendatang (12/12) di Naypyitaw. "Saya akan terus tekankan kepada anak-anak, nikmati permainan, jangan tegang. Bahkan ini tadi saja di locker room anak-anak saya lihat tidak seperti biasanya," keluh pelatih yang akan menukangi Persebaya Surabaya di Indonesia Super League (ISL) 2014 itu.

RD optimistis, di sisa waktu yang ada sebelum menghadapi Thailand, performa Kurnia Meiga dkk bakal bisa ditingkatkan. Terutama pada masalah eksekusi peluang.

Indonesia memang memperoleh banyak peluang sepanjang 90 menit. Kurnia Meiga dkk sebenarnya bisa saja minimal memetik kemenangan 5-0. Andik Vermansah, misalnya, menyia-nyiakan dua peluang emas di 10 menit terakhir pertandingan.

Sebelumnya, di menit kedua babak kedua, Ramdani Lestaluhu juga gagal menyelesaikan peluang meski tinggal berhadapan dengan Sou Yaty. Sedangkan tembakan Alfin Tuasalamony di awal babak pertama hanya membentur gawang.

Para personel Garuda Muda terlihat tak bisa bermain lepas. Aksi-aksi individual yang lebih menonjol ketimbang kerja sama tim yang rapi. Andik, Ramdani, Ferinando Pahabol, maupun Bayu Gatra lebih sering pamer kemampuan melewati lawan tapi lemah dalam passing dan shooting.

Karena hanya menang 1-0, Indonesia praktis ketinggalan kereta dari dua rival terberatnya di grup B, Thailand dan Myanmar. Padahal, Kamboja, di atas kertas, adalah tim terlemah di grup ini.

Praktis beban Garuda Muda ke depan bakal lebih berat. Setelah melawan Thailand, Indonesia akan meladeni Timor Leste (14/16), dan terakhir menghadapi tuan rumah Myanmar (16/12). Sekadar mengingatkan, dalam uji coba terakhir melawan Timor Leste akhir Oktober lalu di Sleman, Indonesia hanya mampu bermain imbang 0-0.  

Sementara itu, pelatih Kamboja, Lee Tae Hoon mengapresiasi permainan anak asuhnya yang mampu meredam agresivitas Indonesia. Meskipun ini kekalahan kedua di babak penyisihan grup B SEA Games 2013 setelah dihajar Myanmar 0-3 di laga pertama, Lee menganggap permainan Chhun Sothearath dkk sudah membaik. "Saya rasa, Indoensia tidak lebih baik dari Myanmar ataupun Thailand," ujar Lee.

(ren/dra/ttg)