Gulat Pecah Telor

Rabu, 11 Desember 2013 - 12:12:25 - Dibaca: 2175 kali

Google Plus Stumbleupon


RAIH EMAS: Pegulat Indonesia Kusno Hadi Saputra (biru) meraih emas di kelas 74 kg gaya Greco-Roman putra SEA Games 2013.(SUGENG DEAS/JAWAPOS)
RAIH EMAS: Pegulat Indonesia Kusno Hadi Saputra (biru) meraih emas di kelas 74 kg gaya Greco-Roman putra SEA Games 2013.(SUGENG DEAS/JAWAPOS) / Jambi Ekspres Online

YANGON-Indonesia Raya akhirnya berkumandang di arena gulat untuk kali pertama di dalam SEA Games 2013 kali ini. Bertempat di National Indoor Stadium (NIS), Yangon, sore kemarin (10/12), pegulat Indonesia memutus rekor tanpa medali emasnya. Satu emas dan satu perunggu jadi pencapaian Indonesia di hari kedua.

  Medali emas pertama untuk Indonesia tersebut disumbangkan Kusno Hadi Saputra yang turun di kelas 74 kg gaya Greco-Roman. Sedangkan tambahan sekeping perunggu berasal dari kategori wanita. Pada kelas 59 kg freestyle putri, pegulat Ridha Wahdany Yati hanya bisa menambah koleksi perunggu Indonesia.

  Medali emas ini membuat perolehan medali Indonesia dari cabor gulat secara keseluruhan jadi 1 emas, 1 perak, dan 2 perunggu. Selain itu, kemenangan Kusno ini menjadi yang kali pertama bagi dia. Kusno sekaligus menyingkirkan pegulat peraih emas SEA Games 2011 silam, Khong Van Khoa. Van Khoa hanya bisa meraih perunggu.

  Ditemui setelah penyerahan hadiah, Kusno yang merupakan pegulat asli Samarinda tersebut puas dengan pencapaiannya kali ini. Apalagi, di SEA Games 2011 silam, dia hanya bisa meraih perunggu di kelas 66 kg gaya Greco-Roman. "Padahal, saya ini tadi sempat pesimistis bisa juara di sini," ujarnya.

  Ketidak percaya dirian Kusno itu dikarenakan pada pertarungan perdananya menghadapi Van Khoa dia gagal meraih kemenangan. Dia kalh dengan skor 4-3. Namun, gara-gara mengalahkan Kusno itu, Van Khoa malah kehabisan tenaga dan secara beruntun tumbang dari Zaw Min Soe dan Attahapol Sirithahan.

  Setelah kekalahan dari Van Khoa itu, pegulat yang merupakan kakak kandung dari Suparmanto " pegulat peraih medali perak SEA Games 2013 " itu hanya pasrah dengan performanya. "Saya sempat limbung, dan hanya bisa berusaha semaksimal mungkin saja. Untungnya, poin terakhir saya masih menang," imbuhnya.

  Kegembiraan juga dirasakan seluruh kontingan gulat Indonesia. Apalagi dengan target empat emas yang belum satu pun terealisasi, satu keping emas ini seolah menjadi pemacu semangat bagi anak asuh Sumarlani ini. "Masih ada peluang bagi kami untuk paling tidak mendekati target empat emas itu. Dan ini menjadi step pertamanya," koar manajer timnas gulat Indonesia, Rubiyanto Hadi.

(ren/dra)