Pembuktian Karakter The Lowen

Kamis, 12 Desember 2013 - 10:36:44 - Dibaca: 985 kali

Google Plus Stumbleupon


Heung Min Son.( PATRIK /AFP)
Heung Min Son.( PATRIK /AFP) / Jambi Ekspres Online

0 Real Sociedad v Bayer Leverkusen 1

SAN SEBASTIAN - Drama menegangkan menyertai laga yang dilakoni Bayer Leverkusen di matchday terakhir fase grup Liga Champions, kemarin (11/12) dinihari WIB. Wakil Jerman itu harus menang untuk menjadi salah satu kontestan dari Grup A yang lolos ke fase knockout. Di saat yang sama, mereka juga berdoa Sakhtar Donetsk tergelincir di kandang Manchester United.

            Kemenangan belum mampu menjamin tiket Leverkusen. Bertanding di kandang Real Sociedad, Stadion Anoeta, Leverkusen meraih keunggulan di menit ke-49. pemain Belakang Omer Toprak jadi peenentu kemenangan 1-0 Leverkusen atas tuan rumah.

            Usai laga tersebut, para penggawa Teh Lowen-julukan Leverkusen tak langsung melakukan selebrasi. Mereka masih menunggu kabar dari Manchester. Satu kabar yang mencerahkan, United unggul 1-0 berkat gol Phil Jones di menit ke-67. Sisanya, tak ada gol lain yang berarti Shakhtar tak mendapatkan poin dan Leverkusen yang lolos mendampingi United.

            "Sekali lagi tim ini menunjukkan karakternya. Saya kira, tim merasakan kelelahan di awal laga. Tapi, semuanya seperti terhapuskan begitu kami mendapatkan ritme permainan," kata Sami Hyypia, pelatih leverkusen seperti dikutip situs resmi UEFA.

            Hyypia mengakui, kelelahan ditambah beban harus menang membuat mereka kerap membuat kesalahan di babak pertama. Formasi 4-3-3 yang diterapkannya tak kunjung memberikan kesempatan membuat gol. Padahal, mereka harus segera mencetak gol untuk menguak peluang, apa pun yang terjadi di Old Trafford, kandang United.

            "Saya katakan pada para pemain setelah babak pertama, bahwa kami harus mencetak gol dari set piece dan yang paling kami butuhkan hanya kepercayaan diri. Saat saya mendengar United unggul, saya tahu tak perlu mengambil risiko lebih besar dari sebelumnya," beber Hyypia.

            Sepanjang sejarah bergulirnya Liga Champions, Leverkusen berpartisipasi sebanyak delapan kali. Dari jumlah itu, mereka gagal melewati fase grup dua kali. Tapi, dari empat partisipasi terakhir, Leverkusen selalu lolos dari fase grup. Bahkan, pada musim 2001-2002, mereka melaju ke final sebelum dikalahkan Real Madrid dalam perebutan juara.

            "Sekarang kami lihat dan menunggu drawing yang berlangsung Senin (16/12), siapa yang akan menjadi lawan kami. Kami harus yakin dengan peluang kami. Kami menjalani bulan ini dengan baik, menang di tiga pertandingan dan akan menjalani sisa dua laga lagi sebelum Natal," ujar Hyypia.

            Sementara penyerang Leverkusen Stefan Kiessling berpendapat timnya menunjukkan kebangkitan usai kekalahan yang diderita dari United di matchday kelima, 27 November. Usai kekalahan itu, mereka selalu menang di tiga ajang mereka ikuti, termasuk mengungguli Borussia Dortmund di Bundesliga.

            "Itu mengindikasikan kami tumbuh sebagai tim. Kami hanya menyadari bahwa kami bisa mencapai apa pun dengan potensi kami," ujar Kiessling.

(ady)