Sepak Bola Pulang Ke Rumah

Kamis, 12 Desember 2013 - 10:37:46 - Dibaca: 1161 kali

Google Plus Stumbleupon


KALAH : Pemain Bayern Munchen Franck Ribery saat berebut bola dengan pemain Manchester City Pablo Zabaleta. Bayern Munchen kalah 2-3 dari Manchester City.(JOHN MACDOUGALL/AFP)
KALAH : Pemain Bayern Munchen Franck Ribery saat berebut bola dengan pemain Manchester City Pablo Zabaleta. Bayern Munchen kalah 2-3 dari Manchester City.(JOHN MACDOUGALL/AFP) / Jambi Ekspres Online

2 Bayern  V Man City 3

MUENCHEN-Luar biasa Manchester City. Tertinggal cepat 0-2, The Citizen berhasil bangkit, membalikkan kondisi, dan menang 2-3 (2-1) atas tuan rumah Bayern Muenchen pada matchday terakhir Grup D di Allianz Arena kemarin (11/12).

            Kemenangan ini cukup bersejarah. Sebab, City mampu menghentikan dominasi Bayern yang menang dalam sepuluh laga beruntun di Liga Champions. Fans City yang mengikuti timnya ke Jerman begitu bangga dengan hasil ini. Mereka menyanyikan yel-yel bahwa sepak bola sudah pulang ke rumah. Memang, Inggris lama mengklaim dirinya adalah negara nenek moyang sepak bola modern. 

            Sayang, victory tersebut tetap membuat City menempati posisi runner-up. Meski sama-sama mengumpulkan 15 poin, Bayern unggul head to head karena pada laga pertama di Etihad (2/10), mereka menang 3-1 atas City. Sejatinya, City bisa saja menyalip Bayern kalau saja skor akhir adalah 4-2.  Tetapi sayang, gol keempat tidak kunjung lahir.

            Kemenangan ini menjadi sejarah tersendiri untuk James Milner. Mencetak gol kemenangan pada menit ke-62, Milner menjadi pemain Inggris pertama yang mencetak gol untuk City di Liga Champions. "Kami memiliki karakter yang sangat kuat. Terutama ketika masih di kamar ganti," ucap Milner seperti dilansir BBC.

            Pada awalnya, Bayern seolah akan meraih kemenangan mudah. Masih berjalan 12 menit, pasukan Pep Guardiola sudah unggul 2-0 melalui Thomas Muller (5") dan Mario Goetze (12"). Tetapi City yang melakukan eksplorasi frontal lewat sisi kiri pertahanan Bayern yang lemah memperkecil kedudukan 1-2 via gol David Silva pada menit ke-28.

            City yang tidak memainkan striker utama Sergio Aguero berhasil menyamakan kedudukan 2-2 lewat sepakan penalti Aleksandar Kolarov pada menit ke-59. Penalti diberikan karena bek tengah Bayern Dante melanggar Milner. Anak asuhan Manuel Pellegrini akhirnya memenangkan pertandingan melalui gol Milner tiga menit usai membuat kondisi seimbang.

            Thomas Muller mengatakan bahwa timnya mengambil sisi positif atas kekalahan ini. Walau unggul dulu dan mendominasi pertandingan dengan penguasaan bola hingga 60 persen, Bayern akhirnya takluk juga.

            "Keklahan menunjukkan bahwa kami masih sebagai manusia," ucap Muller di situs resmi UEFA. "Kami terlalu santai saat itu. Bukan rahasia kalau City selalu bermain bagus. Namun kami tidak bisa lepas dari tekanan. Kami butuh mentalitas menang lagi setelah ini," imbuh gelandang berusia 24 tahun tersebut.

            Der Trainer Bayern Pep Guardiola menambahkan bahwa dalam kondisi apapun, timnya tidak boleh melemah. "Saat Anda bermain di Eropa dan melawan tim bagus seperti Manchester City, situasi tertentu akan tercipta. Anda harus menerima kekalahan ini dan paham bahwa pertandingan ini sulit," tandasnya.

            Kekalahan ini mencoreng rekor pribadi Pep. Ini pertama kalinya, mantan pelatih Barcelona itu kandas saat berhadapan dengan tim asuhan Pellegrini.

(nur)