Limbah RSUD Dikelola Asal-Asalan

Rabu, 17 Oktober 2012 - 10:47:24 - Dibaca: 6400 kali

Google Plus Stumbleupon


LIMBAH B3: limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), yang merupakan limbah lama diakui pihak rumah sakit akibat keteledoran pihak ketiga.(ELAND/JAMBIEKSPRES)
LIMBAH B3: limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), yang merupakan limbah lama diakui pihak rumah sakit akibat keteledoran pihak ketiga.(ELAND/JAMBIEKSPRES) / Jambi Ekspres Online

Leliyana: Itu Kesalahan Pihak Ketiga

SENGETI – Adanya temuan limbah rumah sakit yang tergolong dalam limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), yang merupakan limbah lama diakui pihak rumah sakit akibat keteledoran pihak ketiga.

            Tercatat, sejak berdiri hingga 2011, pihak ketiga ditunjuk untuk mengurus semua masalah limbah. Namun, pada kenyataannya, limbah-limbah tersebut tidak dioleh terlebih dahulu secara benar. ‘’Dulu limbah rumah sakit ini, memang dikelola pihak ketiga. Pihak ketiga inilah yang kemungkinan tak membuang limbah sesuai prosedur,’’ jelas Direktur RSUD Ahmad Rifin Muarojambi, Leliyana.

            Meskipun memiliki alat pelebur, ada kemungkinan alat tersebut tidak digunakan. Sehingga hal tersebut yang menyebabkan beberapa kompenen alatnya rusak. Sedangkan sampah, hanya dibakar begitu saja di lingkungan rumah sakit. Karenanya, tak heran jika masih banyak ditemukan sampah rumah sakit seperti jarum suntik, botol obat dan juga bekas botol infuse.

            Leliyana menyatakan jika saat ini pihaknya telah mengelola limbah sendiri. Karenanya, begitu pengajuan anggaran untuk perbaikan alat pelebur tersebut disetujui dan alat pelebur bisa berfungsi kembali. Maka pengelolaan sampah sudah dapat dilakukan secara maksimal. ‘’Jika nanti sudah di perbaiki, maka sampah rumah sakit ini akan kita kelola secara benar dan maksimal,’’ ungkapnya.

            Sayangnya, pihak ketiga yang tersebut tidak diketahui secara pasti oleh direktur rumah sakit. Hanya disebutkan jika pihak ketiga, dipimpin Bujang yang merupakan anak dari Muktar.

            Menanggapi hal ini, Anggota DPRD Muarojambi, Usman Khalik, sangat menyayangkan bisa terjadi seperti ini. Karenanya, DPRD Muarojambi pasti akan menyetujui adanya pengajuan anggaran untuk rumah sakit umum daerah itu. ‘’Kalau ini sangat penting, pasti kita setujui, apalagi sifatnya sangat mendesak seperti ini,’’ ujar Usman, politisi dari partai PDIP itu.

            Sementara, Kepala Badan Lingkungan Hidup, Gani, menyatakan jika pihaknya belum bisa banyak berkomentar mengenai masalah ini. ‘’Saya baru serah terima Jumat kemarin. Jadi maaf ya, belum bisa berkomentar mengenai masalah ini,’’ ujarnya. (era)

 

 

Lurah Pijoan Kecewa Pengerjaan CV EPM

 

SENGETI - Lurah Pijoan Kecamatan Jaluko, Raden Abdullah, mengaku kecewa dengan pekerjaan  perehapan Kantor Kelurahan Pijoan yang dikerjakan CV Elsa Pratama Mandiri (EPM). Prehaban yang dikerjakan banyak yang tidak sesuai dengan keinginan. ‘’Salah satu pekerjaan yang dikerjakan asal jadi di bagian lantai kantor Lurah,’’ tuturnya.

            Saat ini, katanya, lantai keramik di kantornya, banyak yang kosong dan kurang padat. ‘’Keramiknya banyak yang kosong sehingga mudah pecah. Saya rasa menimbunan lantai yang dilakukan kontraktor tidak padat dan tidak sesuai dengan yang di buat,’’ katanya.

            Lantai yang dikerjakan pihak kontraktor, lanjutnya, juga tidak rapi sehingga terkesan kantor lurah, sembraut. ‘’Seharusnya pinggiran lantai yang dekat dinding diberi cincin keramik sehingga kelihatan rapi. Sedangkan yang ini tidak ada cincin keramik, saya sudah mengatakan agar dipasang cincin keramik tanpaknya tak didengarkan,’’ sungutnya seraya menginformasikan, perehaban kantor kelurahan ini menggunakan dana APBD Kabupaten Muarojambi sebesar Rp 10 juta.

            Ditegakannya, ia tidak mau disalahkan pihak PU karena tidak bagusnya perehaban kantor lurah itu. ‘’Yang saya ingin kantor lurah ini bagus kembali. Saya sudah meminta tukang yang mengerjakan perehaban untuk memperbaikinya, namun hingga kini belum ada perbaikan,’’ tukasnya.

(era)