Sukandar Ikut Disafariwukufkan

Selasa, 23 Oktober 2012 - 10:09:45 - Dibaca: 1982 kali

Google Plus Stumbleupon


SAFARI  : Mobil yang mengangkut jamaah yang ikut dalam safari wukuf
SAFARI : Mobil yang mengangkut jamaah yang ikut dalam safari wukuf / Jambi Ekspres Online

Bersama Dua Ratusan Jamaah

MEKKAH  Jamaah haji Jamb yang dirawat diantaranya, jamaah kloter 4 Batam atas nama Sukandar Bin Santaksis yang menderita sakit paru paru.  Karena sampai saat ini dikabarkan belum sembuh, maka kemungkinan dia akan ikut di Safariwukufkan bersama 200 an jamaah haji lainnya.

“Dia masuk BPHI lagi karena sesak, kemungkinan akan ikut safari wukuf,”beber Cici Lia Novita, petugas haji Jambi via BBM, kemarin.

Sebagaimana diketahui, dalam pemeberitaan Kemenag RI, menjelang hari Arafah, setidaknya ada sekitar 200-an orang yang akan menjalani safari wukuf. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Agama Suryadharma Ali saat mengunjungi Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) di Makkah, Senin (22/10).

Menag mengungkapkan, saat ini ada sekitar 196 orang jamaah yang menjalani perawatan di BPHI Makkah dan sekira 27 jamaah calon haji yang dirujuk di rumah sakit Arab Saudi. Mereka inilah yang diprediksi akan menjalani safari wukuf selama berada di Arafah pada Kamis (25/10) mendatang.

“Saya ingin memastikan bahwa seluruh petugas siap untuk menghadapi Armina (Afarah-Muzdalifah-Mina), termasuk siap untuk melakukan safari wukuf jamaah yang sedang sakit dan tak bisa sendiri datang ke Arafah,” ujar Menag.

Untuk jamaah yang tak sanggup menjalani safari wukuf, Menag mengatakan, ibadah haji mereka akan dibadalkan. Kepala Seksi Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Makkah, Muh Ilyas, mengungkapkan setiap tahun biasanya memang ada ratusan orang yang akan disafariwukufkan. Meski begitu, dia belum bisa merinci secara detail angka jamaah calon haji yang akan menjalani safari wukuf.

Ilyas hanya menyebutkan, pihaknya telah mempersiapkan seluruh armada seperti bus dan ambulan untuk mengangkut jamaah calon haji yang akan disafariwukufkan itu.

Ilyas menambahkan, saat ini sebagian besar pasien yang menjalani perawatan di BPHI Makkah menderita penyakit bawaan dari Tanah Air seperti hipertensi dan diabetes. “Ketika mengalami perubahan cuaca ekstrem seperti di Tanah Suci, penyakit yang mereka idap semakin parah,’’ katanya.

Terlebih untuk tahun ini sebagian besar jamaah calon haji adalah mereka yang berusia lanjut sehingga berisiko tinggi. Para jamaah lansia inilah yang terus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun berikutnya. “Pada 2013, seperti pada tahun ini juga, jamaah lansia akan diprioritaskan. Diperkirakan, tahun depan akan lebih banyak lagi jamaah lansia,’’ ujar Surya.(wne/net)