Pembangunan Jalan Layang Batal

Selasa, 23 Oktober 2012 - 10:27:18 - Dibaca: 3792 kali

Google Plus Stumbleupon


PEMBANGUNAN : Pembangunan jalan pondasi cakar ayam modifikasi di Kota Sungaipenuh.(PAHDI/JE)
PEMBANGUNAN : Pembangunan jalan pondasi cakar ayam modifikasi di Kota Sungaipenuh.(PAHDI/JE) / Jambi Ekspres Online

Dijadikan Jalan Pondasi CAM

SUNGAIPENUH–Pembangunan jalan Sungaipenuh-Tanah Kampung, dengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2012 senilai Rp 35 Milyar, ternyata bukan jalan layang. Namun berbentuk jalan pondasi cakar ayam modifikasi (CAM).

Kepala Bagian Pemerintahan, Setda Kota Sungaipenuh, M Rasyid mengatakan, perubahan tekhnis pembangunan jalan ini, karena kondisi dasar yang tidak memungkinkan untuk dibuat jalan layang.

Rasyid mengatakan, menurut hasil penelitian tim tekhnis Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia, jika tinggi tiang lebih dari 30 meter, itu sudah masuk dalam kategori pemborosan.

Sementara kondisi tanah dilokasi, hingga 40 meter pengeboran, pihak rekanan juga belum kungjung menemukan dasar. “Pengeboran sudah mencapai 40 meter, namun belum ketemu dengan dasar. Menurut tim tekhnis, jika tiang sudah sampai 30 meter, itu sudah pemborosan,” ujarnya.

Setelah melakukan kajian ulang, kata Rasyid, solusi tepat untuk pembangunan jalan tersebut, agar tidak menjadi sasaran banjir, yaitu dengan sistem jalan pondasi Cakar Ayam Modifikasi.

“Dibawah jalan itu dipasang ribuan gorong-gorong, sehingga jika banjir terjadi, airnya tetap mengalir dibawah jalan,”tegasnya.

 Peltu Kadis PU Kota Sungaipenuh, Marshal SH, dikonfirmasi beberapa waktu lalu, mengenai pembangunan jalan dengan panjang lebih kurang 1 km ini, mengaku saat ini pengerjaannya terus dilaksanakan oleh kontraktor.

Pembangunan jalan yang menggunakan dana APBN tahun 2012 ini, kata Marshal, ditargetkan akan rampung pada bulan Nopermber, sesuai dengan kontrak kerja antara PU dengan Kontraktor.

“Kontraknya sampai November pengerjaan jalan ini akan rampung, setelah jalan ini selesai, tidak aka nada lagi keluhan dari warga bahwa jalan utama kota Sungaipenuh yang menghubungkan Tanah Kampung dengan Sungaipenuh ini digenangi air,” katanya.

“Apalagi jalur alternatif juga akan diaspal dan dijadikan jalan utama Kota Sungaipenuh, akses menuju Kota Sungaipenuh lebih mudah, dan lancar,” sambungnya.

(hdi)