11.480 Warga Muarojambi, Miskin

Selasa, 23 Oktober 2012 - 10:35:57 - Dibaca: 1098 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

SENGETI - Kepala Dinas Sosnakertran Muarojambi, Nachrowi, menginformasikan saat ini 11480 warga di Kabupaten Muarojambi masih hidup dibawah garis kemiskinan atau terkategori Miskin. ‘’Data ini merupakan data tahun 2011 lalu. Untuk tahun ini belum ada kami terima dari BPS,’’ tutur ketika ditemui  di ruang kerjanya kemarin.

            Nachrowi menjelaskan,  jumlah tersebut tersebar di kecamatan dalam Kabupaten Muarojambi. ‘’Kecamatan Mestong ada 1152 warga, Sungai Bahar 839, Kumpeh Ulu1258 jiwa, Sungai Gelam 1010, Kecamatan Kumpeh 2871, Muarosebo 1466 Jaluko 914 dan Kecamatan Sekernan 1879 jiwa. Untuk Kecamatan Sungai Bahar data ini sebelum sebelum kecamatan Sungai Bahar di mekarkan,’’ bebernya.

            Nachrowi mengatakan data tersbeut berasal dari BPS Muarojambi. ‘’Kami memang tidak melakukan pendataan secara langsung hanya dari BPS saja. Karena kami tidak mempunyai dana untuk melakukan pendataan langsung ke desa-desa,’’ akunya.

            Narowi mengakui jika data kependudukan ini sangat penting untuk selalu diperbarui. ‘’Disini pekerjaannya berdasarkan data. Jika datanya falid maka kami akan gampang untuk menerima dana bantuan dari pusat. Jika nanti ada anggarannya kami kan trun langsung kelapangan,’’ imbuh Nachrowi.

            Dari data yang diterima terlihat jika Kecamatan Kumpeh paling banyak warganya yang dikategorikan sangat miskin. ‘’Kumpeh paling banyak, dan Sungai Bahar paling sedikit. Untuk di Kumpeh sebagian besar warganya merupakan petani,’’ tukasnya.

            Guna menekan angka kemiskinan ini lanjut Narowi, pihaknya akan melakuan program padat karya. ‘’Kami akan memberikan bantuan peralatan pertanian selain program padat karya,’’ ujar Nachrowi.

            Sementara Ketua Komisi C DPRD Muarojambi, Kamaluddin Havis, mengatakan jika pihaknya pasti akan menyetujui setiap program yang diajukan. Tetapi, dengan catatan program tersebut benar-benar di kerjakan dan ada bukti. ‘’Untuk apa disetujui, jika ternyata mereka tidak melakukan pendataan dan masih saja menunjukkan data lama,’’ ungkapnya.

            Sementara anggota DPRD Muarojambi, Syafri Hasibuan, mengatakan jika angka 11.486 itu termasuk angka yang fantastis untuk orang miskin di Muarojambi. Terkait program pengentasan kemiskinan, menurutnya banyak sekali program dari pusat yang bisa diminta untuk Muarojambi. ‘’Jangan beralasan data, karena jika mau dilakukan, maka bisa saja ada programnya,’’ jelasnya.

            Dijelaskannya, jika untuk pendataan, pihak Dinsosnakertrans tidak perlu pusing. Dengan memberdayakan PSM (Pekerja Sosial Mandiri) yang sudah ada di setiap desa, maka pemerintah bisa mendapatkan data orang miskin secara real.

            ‘’PSM itu merupakan orang yang langsung berinteraksi dengan masyarakat desa setiap harinya. Selain itu, dari kades dan lurah sebenarnya juga bisa diketahui. Sedangkan untuk program dari pusat, banyak sekali program yang bisa di ajukan. Salah satunya adalah program KUBE (Koperasi Usaha Bersama). Saat ini, banyak program KUBE yang telah digelontorkan pusat untuk masyarakat miskin, orang cacat dan juga lansia,’’ tandas Syafri.

(era)