Lurah Klaim Perhatikan Petani

Selasa, 23 Oktober 2012 - 10:36:28 - Dibaca: 2567 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

SENGETI – Terkait keadaan miris yang dialami oleh petani padi di kelurahan Sengeti Kecamatan Sekernan yang tak pernah mendapatkan bantuan dari Dinas Pertanian sejak 2003 lalu, Lurah Sengeti, Rita, menyatakan tidak tutup mata.

            Dikatakan Rita jika pihaknya selalu melakukan pengajuan untuk bantuan para petani ditempat tersebut saat musrenbang. Tetapi memang, hingga saat ini tampaknya belum mendapatkan perhatian yang serius. ‘’Kami selalu membahas ini dalam musrenbang tingkat kelurahan, termasuk tahun 2012 ini dan berusaha agar para petani mendapatkan bantuan peralatan,’’ ujarnya.

            Rita menjelaskan, jika dirinya juga telah berupaya melakukan pengajuan ke dinas pertanian dan holtikultura. Tetapi memang hingga saat ini belum mendapatkan perhatian serius. Sehingga mau tidak mau para petani disana, masih menggunakan alat seadaan atau alat tradisional.

            Hingga saat ini, Rita sendiri tidak mengetahui secara pasti, apakah penyampaian ajuannya tersebut terhambat di tingkat kecamatan atau di dinas pertanian. Rita juga tidak menampik, jika dikatakan, para petani di desanya memperoleh hasil yang sangat tidak sepadan.

            Padahal, saat ini Pemkab Muarojambi tengah menggembar-gemborkan adanya swasembada beras di Muarojambi dan keberhasilan para petaninya. Tetapi, kenyataan terbalik justru tampak di ibu kota kabupatennya muaro jambi sendiri. Dimana petani berusaha dengan alat seadanya dan tanpa perhatian yang serius.

            Sementara Kadis Pertanian dan Holtikultura, Darwin Sitanggang, ketika di konfirmasi terkait masalah ini sedang tidak berada ditempat. Sedangkan handphonenya ketika dihubungi bernada tidak aktif. Dari stafnya, diketahui jika kepala dinas tersebut sedang melakukan kegiatan diluar daerah.

            Untuk diketahui, para petani di Kelurahan Sengeti, hingga saat ini masih menggunakan alat-alat tradisional untuk kegiatan bertaninya. Bahkan seperti alat semprot padi, hanya ada 1 untuk belasan hektar sawah masyarakat.

            Para petani, di kelurahan itu sangat mengeluhkan keadaan tersebut, karena dengan keadaan yang serba terbatas, hasil panen warga menjadi sangat sedikit. Padahal, bertani padi tersebut merupakan mata pencarian mereka selama ini. ‘’Kami tidak bisa berbuat banyak, ya kalau dibantu kita bersyukur, tapi kalau tidak, namanya juga rakyat kecil,’’ ungkap Haili, petani Kelurahan Sengeti.

(era)