Kapal Peziarah Tenggelam, 7 Tewas

Sabtu, 19 April 2014 - 08:12:45 - Dibaca: 3190 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

 Saat Prosesi Perarakan Tuan Meninu di Larantuka

LARANTUKA -Prosesi Samana Santa dalam rangka merayakan Jumat Agung di Larantuka, Kabupaten Flores Timur berujung duka. Tradisi turun temurun dalam proses laut mengantar Tuan Meninu (Patung Bunda Maria) dari kapelanya di Pante Palo, kelurahan Sarotari Tengah, Kabupaten Flores Timur menuju Pante Kuce, kelurahan Pohon Siri mengalami kecelakaan. Salah satu kapal motor fiber Nelayan Bhakti yang memuat peziarah tenggelam di perairan Selat Sempit Ujung Aro, Larantuka, Kabupaten Flores Timur, sekira pukul 11.10 Wita, Jumat (18/4). Tujuh orang (2 anak-anak, 5 orang dewasa) tewas dalam kecelakaan laut itu. Sementara 53 peziarah lainnya berhasil diselamatkan dan kini dalam perawatan intensif tim medis setempat. Dari jumlah itu, 29 orang dirawat di RSUD Larantuka, dan 17 orang lainnya sudah pulang ke rumahnya. Sedangkan mereka yang tewas dalam kecelakaan itu adalah Andreas Temolo Kleden, 2, Merlina Wangge, 32, Maria Nogo Werang, 36, Suster Epifani CIJ, Dede Badin, 9, dan Ludofikus Tukan alias Ludi Pedro, 25. Keenam korban ini merupakan warga kelurahan Lewolere, kecamatan Larantuka, dan seorang korban lagi bernama Adolius Tua Doken, 36, warga Lewotukan, Kabupaten Lembata. Sementara korban selamat terdiri dari 41 orang dewasa dan 12 anak-anak. Mereka mendapat perawatan intensif di RSUD Larantuka. Diperkirkan masih ada penumpang kapal yang belum ditemukan. Hal itu diketahui dari sejumlah orang yang melaporkan kalau anggota keluarganya belum ditemukan. Mereka yang belum ditemukan itu masih dalam pencarian petugas tim SAR gabungan dari Basarda, TNI, Polri, BPBD, Pemda dan masyarakat.

Salah seorang penumpang selamat Ersi Krowin kepada wartawan menuturkan, ia dan rombongan menumpang kapal dari Lewolere. Tiba di pantai Palo, arak-arakan perahu Tuan Meninu dan kapal peziarah sudah mulai bergerak.

"Kami punya kapal langsung putar arah dan ikut rombongan. Tiba-tiba kapal miring. Ada yang panik tapi ada juga yang tidak. Miring itu kan biasa. Tapi yang panik semuanya lari ke satu sisi. Kapal langsung tenggelam," katanya.

Sejumlah saksi mata menuturkan, kapal nelayan yang terbuat dari fiberglas itu memuat banyak penumpang. Para penumpang umumnya duduk di buritan kapal.

"Kapal miring perlahan lalu tertelungkup. Beberapa terjun ke laut, ada yang masih berusaha naik ke badan kapal yang belum tenggelam. Kapal akhirnya tenggelam masuk ke dalam air," ujar Maksi Masan, salah seorang saksi mata.

Ia menyebut, setelah tenggelam, KM Ina Maria, salah satu kapal penumpang yang juga ikut dalam perarakan membantu dengan melempar pelampung ke arah penumpang dalam laut. Para penumpang umumnya warga kelurahan Lewolere. Sejumlah kecil adalah peziarah dari luar Flores Timur.

Kapolres Flores Timur, AKBP Dewa Putu Gede Artha kepada wartawan menjelaskan, 60 korban selamat dan tewas telah berhasil diindentifikasi. Meski demikian, ia belum bisa memastikan penyebabnya.

"Kita belum bisa memastikan jumlah penumpang karena pesiarah antusias untuk mengikuti upacara. Kita juga belum bisa memastikan berapa yang belum ditemukan," katanya.

Ia menyebut, saat ini tim SAR dan aparat Polres Flores Timur masih terus melakukan pencarian. "Kapalnya sudah dievakuasi, di dalam kapal tidak ada korban lagi," jelasnya. "Sumber lain mengatakan jumlah penumpang sekitar 60 orang sehingga korban hilang ada 7 orang. Tidak ada manifes penumpang sehingga jumlah penumpang belum diketahui secara pasti," jelas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, kepada JPNN, kemarin.

 Sutopo menjelaskan, prosesi laut dilakukan dalam rangka persiapan perayaan Paskah yang merupakan tradisi masyarakat Larantuka. Kapal tenggelam disebabkan kelebihan daya muat penumpang dan kondisi arus laut yang deras. Saat kapal terbalik, penumpang berteriak dan terjun ke laut yang kondisi arus deras. Kapal lain yang mengikuti prosesi tersebut segera memberikan pertolongan. "Bangkai kapal telah ditarik ke pelabuhan terdekat. Nahkoda kapal saat ini masih diperiksa oleh Polisi," ungkap Sutopo.

(krf-2/zul/jpnn/aln)