54 Pelamar Berebut Satu Kursi CPNS

Minggu, 09 September 2012 - 22:20:47 - Dibaca: 1405 kali

Google Plus Stumbleupon


TES CPNS : Para pelamar CPNS Kemenkumham yang mengikuti tes CPNS di KONI Jambi, kemarin. [M KHAIDIR/JE]
TES CPNS : Para pelamar CPNS Kemenkumham yang mengikuti tes CPNS di KONI Jambi, kemarin. [M KHAIDIR/JE] / Jambi Ekspres Online

208 Pelamar CPNS Sungaipenuh Gagal

 JAMBI -  Puluhan instansi pemerintah pusat dan daerah  secara serentak menggelar ujian tertulis seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) kemarin (8/9). Meski peluang untuk lolos sangat kecil, para peserta ujian terlihat antusias.

Berdasarkan pantauan ujian seleksi CPNS Kementerian Hukum dan HAM di stadion KONI Jambi, ada sebanyak 1.014 peserta yang ikut ujian tertulis. Sementara jumlah formasi yang diterima hanya 64 orang yang akaan ditempatkan di lapas, Rupbasan dan Kantor Imigrasi se Provinsi Jambi. Jika dihitung dari jumlah pelamar ke Kemenkumham Jambi,  sebanyak 3.501 orang, berarti ada setiap 54 orang pelamar bersaing berebut satu kursi CPNS di Kemenkumham Jambi.

Untuk mengikuti tes hari ini, para pelamar memang sudah melalui beberapa tahapan. Mulai dari seleksi administrasi, ke samaptaan hingga tes kesehatan.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi  Jambi, Budi Sulaksana SH MSi dan Direktur jaringan dan imformasi dari Badan Kepegawaian Nasional Budi Hartono kemarin terlihat turun langsung memantau jalan nya tes CPNS.

“Kami dari kementrian hukum dan ham berkomitmen untuk menyelengarakan penerima cpns yang bersih dari praktek KKN dan hal ini diwujudkan dengan melakukan pengawasan dengan secara ketat dan terpadu baik pengawasan secara insternal maupan eksternal ,” ujar Budi Sulaksana.

Untuk pengumuman CPNS sendiri lanjutnya, melalui website http://jambi.kemenkumham.go.id/ dan di papan pengumuman pada Kantor Wilayah  ementerian Hukum dan Ham jambi pada tanggal 26 September 2012.

Sementara dari Sungaipenuh sendiri dilaporkan, ada ratusan peserta ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Sungaipenuh, tidak hadir saat pelaksanaan ujian tertulis yang dilaksanakan, Sabtu (8/9).

Hasil rekapitulasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Sungai Penuh, jumlah peserta yang tidak hadir saat test sebanyak 208 orang dan seluruhnya dipastikan gugur, dari jumlah total peserta 2268.

“Total jumlah peserta ujian CPNS yang tidak hadir tanpa keterangan sebanyak 208 orang, jumlah ini termasuk peserta yang tidak mengambil nomor, yaitu 124 orang. Otomatis karena tidak mengikuti test, mereka dinyatakan gugur,” ujar Kepala BKD Kota Sungaipenuh, Pusri Amsyi, kepada harian ini, kemarin.

Ia mengaku, peserta yang tidak hadir didominasi peserta tenaga guru PGSD, disusul tenaga kesehatan. “Kemungkinan karena yang bersangkutan sengaja tidak hadir atau mengikuti test CPNS di tempat lain, mengingat pelaksanaan test dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Sumatera.

Ia mengatakan, lembar jawaban computer yang telah diisi oleh peserta akan dikirim ke Jakarta pada Minggu (09/09), dengan dikawak ketat oleh pihak kepolisian hingga Jakarta.

“Seharusnya siang ini (kemarin_red) sudah bisa kita kirim lewat Padang Sumbar, namun LJK ini terpaksa menginap semalam di Padang, besok (hari ini_red) baru dikirim ke Jakarta, tapi kita khawatir soal kemanan LJK ini di Padang, lebih baik menginap di Sungaipenuh dengan dikawal ketat, besoknya baru kita berangkat ke Padang, dari padang ke Jakarta via pesawat,”kata Pusri.

Mengenai pemeriksaan LJK tes tahun ini, Pusri mengatakan, pemeriksaan akan dipusatkan di PPT di Jakarta, yang diperiksa oleh gabungan 10 perguruan tinggi ternama di Indonesia.

“Tahun ini pemeriksaannya satu tempat, yaitu di PPT Jakarta, dan diperiksa oleh gabungan 10 perguruan tinggi, namun kita tidak diberi tahu perguruan tinggi mana saja yang ditugaskan untuk memeriksa tersebut,”bebernya.

Ditanya kapan hasil tes CPNS Kota Sungaipenuh ini akan diumumkan, Pusri mengaku, berdasarkan koordinasi pihaknya dengan BKN Pusat, pengumuman hasil tes CPNS Kota Sungaipenuh ini akan keluar pada tanggal 20 September mendatang.

“Informasi terkahir, pengumuman tanggal 20 September, namun bagaiman tekhnis pengumumannya belum ada petunjuk,”tukasnya.

Pantauan harian ini kemarin, pelaksanaan ujian CPNS Pemko Sungaipenuh yang dipusatkan di 7 sekolah dan lokasinya tersebar di berbagai kawasan di pusat Kota Sungaipenuh berlangsung tertib dan lancar.

Seluruh peserta baik yang berasal dari Kota Sungaipenuh maupun daerah lainnya di Jambi hingga peserta luar daerah menjalani ujian dengan materi tes pengetahuan umum (TPU) dan tes bakat skolastik (TBS) yang berlangsung sejak pukul 8:00 WIB hingga berakhir pukul 11.30 WIB

Secara nasional, tahun ini, Kementerian Hukum dan HAM akan merekrut 700 CPNS yang akan ditempatkan di seluruh daerah. Di Stadion Lebak Bulus saja, ujian diikuti 1.752 orang. Artinya, satu kursi CPNS harus diperebutkan 20 orang.

Kondisi yang sama dirasakan 3.200 peserta ujian tertulis Kementerian Luar Negeri di Arena PRJ Kemayoran. Meski beruntung karena gedung yang digunakan dilengkapi penyejuk udara, peluang peserta ujian untuk lolos sangat kecil. Tahun ini, Kementerian Luar Negeri hanya merekrut 120 CPNS, artinya satu kursi CPNS harus diperebutkan sekitar 27 orang.

“Ke-3200 orang ini sudah kita saring dari total 23 ribuan pelamar yang mengirimkan aplikasi online. Mereka ini yang lolos verifikasi administrasi. Kalau dihitung dari total pelamar, satu orang CPNS yang diterima nanti berhasil menyisihkan sekitar 200 pelamar,” kata Sekjen Kementerian Luar Negeri Budi Bowoleksono.

Setelah dinyatakan lolos seleksi tulis, para pelamar masih akan mengikuti kompetensi bidang, di antaranya wawancara dan tes bahasa. Ke-120 CPNS yang diterima nantinya akan bekerja sebagai diplomat dan pejabat konsuler.

Kecilnya peluang juga dialami para pelamar CPNS Kementerian Keuangan. Ujian tulis yang digelar di Medan, Jakarta, Semarang, Surabaya, Makassar, Balikpapan, dan Jayapura kemarin diikuti setidaknya 14 ribu orang. Mereka memperebutkan 700 kursi CPNS. Artinya, satu orang harus bersaing dengan 20 pelamar lainnya untuk lolos.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo sebelumnya menyatakan, kementerian yang dipimpinnya masih menerapkan moratorium penerimaan CPNS baru. Namun, berdasarkan hasil analisis beban kerja dan proyeksi pegawai yang pensiun tahun ini, Kementerian Keuangan diperbolehkan merekrut dua ribu CPNS baru.

Dari kuota tersebut, tahun ini, Kementerian Keuangan baru akan merekrut 700 CPNS. Rinciannya, 400 pegawai lulusan D1-D3 untuk anak buah kapal Ditjen Bea Cukai dan 300 orang sarjana untuk ditempatkan sebagai analis kimia laboratorium di Ditjen Bea Cukai.

  Agus menjelaskan, beban kerja di Ditjen Bea Cukai saat ini sangat tinggi. Apalagi, dibandingkan negara lain, Indonesia sangat kekurangan pegawai Bea dan Cukai.

“Pegawai di Ditjen Bea Cukai saat ini hanya 13 ribu orang untuk mengawasi luas wilayah seluas Indonesia. Sementara pegawai di Ditjen Pajak sekitar 17 ribu orang. Agar bisa berfungsi maksimal dalam mencegah penyelundupan, pegawai di Bea Cukai harus ditambah,” terangnya.

(cr8/hdi/kuh/noe/nw)