Demo di Kedubes AS Ricuh

Selasa, 18 September 2012 - 09:37:21 - Dibaca: 2603 kali

Google Plus Stumbleupon


DEMO FILM :Aksi demo memprotes film Innocence of Muslim di kedutaan Amerika Serikat, Jakarta, Senin 17/9/2012 (Muhammad Ali/JAWAPOS)
DEMO FILM :Aksi demo memprotes film Innocence of Muslim di kedutaan Amerika Serikat, Jakarta, Senin 17/9/2012 (Muhammad Ali/JAWAPOS) / Jambi Ekspres Online

JAKARTA---Demonstrasi massa yang mengatasnamakan dirinya Forum Umat Islam di depan Kedubes AS Jakarta kemarin (17/09)  berlangsung ricuh. Hingga tadi malam., 100 personel dari Polres Jakarta Pusat masih berjaga di sekitar Kedubes Jalan Merdeka Selatan.

     "Kita akan tarik bertahap kalau memang benar-benar sudah aman," ujar Kapolres Jakarta Pusat Kombes AR Yoyol di lokasi tadi malam.

                Pantauan di lapangan, demonstrasi awalnya berlangsung damai. Massa yang berjumlah sekitar 1000 orang berkumpul di Bundaran Hotel Indonesia  sekitar pukul 13.00. Acara diisi dengan orasi-orasi yang mengutuk pembuatan film Innocence of Muslims itu. "Amerika Serikat harus menangkap pelakunya dan disidang di pengadilan internasional," ujar Ketua DPP FPI Munarman, salah satu koordinator lapangan aksi.

                Massa yang terdiri atas berbagai ormas, di antaranya FPI, HTI, Persis, JAT, Garis, Indonesia Tanpa JIL, Komunitas Salam Satu Jari, dan ormas lainnya berjalan pelan menuju Kedubes AS. Mereka meneriakkan yel yel sepanjang jalan.

                Sampai di depan Balaikota DKI Jakarta, sekitar 50 meter dari Kedubes, massa kaget karena disambut gas air mata. Sebagian panik karena ada perempuan dan anak-anak. Para perempuan itu kemudian menggendong anaknya menjauh dari lokasi.

                Tiba-tiba dalam kekacauan itu, ada anggota aksi yang terkena lemparan batu. Sontak massa menjadi marah dan membalas ke arah aparat. Tembakan gas airmata kembali muncul dan massa kocar kacir.

      Sempat kacau sekitar 20 menit, massa kembali berkumpul. Ustad Awit dari FPI meminta massa tenang dan sama-sama bertayamum untuk salat Asar berjamaah. Peserta aksi membagi tugas secara bergiliran antara yang menunaikan shalat asar dengan yang berjaga-jaga. Sebagian menunaikan shalat berjamaah, sebagiannya lagi berjaga-jaga. Hal itu dilakukan secara bergantian.

      Kericuhan gelombang kedua terjadi sekitar pukul 16.32 WIB. Saat itu Kapolda Metro Jaya Irjen Untung S Radjab yang turun langsung ke lokasi sedang berorasi. "Saya muslim, Anda semua muslim, kita sama sama marah, tapi ini sudah cukup. Dunia sudah tahu," kata Kapolda.

      Saat Untung berpidato, justru terdengar letusan tembakan gas air mata dari arah barikade kepolisan. Sontak hal tersebut menyulut emosi massa. Akibat situasi yang makin memanas karena terjadi kericuhan gelombang kedua, Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI), Muhammad Al Khaththath memerintahkan seluruh anggota FUI menarik diri dari lokasi. Al Khaththath perintahkan massa mundur dari Jalan Medan Merdeka Selatan, lokasi jalan yang menjadi akses Kedubes AS di Jakarta.

      Sebagian anggota FPI yang menjadi peserta aksi demo juga sudah diperintahkan menarik diri dari Jalan Merdeka Selatan karena memperoleh informasi bahwa demo akan dikacaukan. Setelah peserta aksi dari FPI dan FUI menarik diri, peserta aksi tinggal menyisakan peserta dari GARIS, JAT, dan beberapa elemen Islam yang lain.

      Koordinator lapangan Munarman lantas berinisiatif bernegosiasi dengan Kapolres Jakarta Pusat Kombes AR Yoyol. Munarman yang mengenakan kemeja putih, topi hijau, dan kacamata hitam tampak memeluk mantan kadensus 88 Polda Metro Jaya itu . Cium pipi kiri dan kanan juga dilakukan.

      Pelan-pelan massa bubar. Mereka mengarah ke jalan Sudirman dan sebagian ke arah jalan Tanah Abang. Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto menjelaskan, empat orang yang diduga sebagai provokator telah ditangkap. "Dua anggota kami luka-luka, ada juga laporan yang terkena senjata tajam, masih kita cek," katanya.

(rdl/nw)