Di Padang, Tiga Lagi Warga Tewas

Selasa, 29 Januari 2013 - 09:24:34 - Dibaca: 1630 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

PADANG  - Hari kedua pasca tanah longsor di Jorong Data Kampuang Dadok Nagari Sungai Batang, 750 orang Tim SAR terus melakukan pencarian korban yang diduga masih tertimbun di bawah tanah longsor. Tim terdiri dari prajurit Kodim 0304 Agam, Polres Agam, Dalmas Polda Sumbar, Brimob Sumbar, BPBD se-Kabupaten dan Kota di Sumbar, PMI, Tagana, dan kolompok relawan kemanusiaan.

Dalam pencarian kemarin, tim menemukan tiga warga lagi dalam kondisi meninggal, dua orang di antaranya bocah. Ketiganya adalah Nursinah, 50, ditemukan pukul 11.00 Wib, Kemal 1,5 tahun dan Erni,3, ditemukan pukul 17.00 WIB. Dengan begitu, maka jumlah korban yang ditemukan tewas sudah mencapai 14 orang, dan masih tertimbun diduga tinggal enam orang.

Pengendali Operasional Pencarian Korban dari Makodim 0304 Agam Letkol Trias kepada Padang Ekspres di lokasi longsor menjelaskan, pencarian korban pada hari kedua dibagi menjadi empat sektor, dibantu anjing pelacak dari Polda Sumbar.

'Pencarian dilakukan dengan dua macam, ada yang manual dan ada yang menggunakan mesin ecsavator. Berdasarkan rapat evaluasi yang kita lakukan dengan semua pihak terkait, masa tanggap darurat ditetapkan tujuh hari sejak hari pertama kejadian kemarin,' kata Letkol Trias.

Lebih jauh dia menjelaskan, dalam pencarian kita terkendala infek pola longsor tidak beraturaturan seperti kita lihat melebar, namun kita akan upayakan sebelum hari ketujuh tanggap darurat semua korban sudah bias kita evakuasi.

Kapolres Agam AKBP Asep Ruswanda selaku keamanan evakuasi korban longsor menjelaskan, pihaknya melakukan pengamanan terhadap lokasi longsor agar masyarakat tidak masuk daerah longsor. "Kondisi tanah masih labil, makanya kita memasang police line pada daerah longsor. Agar personil dan relawan tidak terganggu melakukan evakuasi tidak terganggu masyarakat yang menyaksikan pencarian korban," jelasnya.

 

Siaga Longsor dan Banjir Bandang

Deputi Kedaruratan BNPB Doddy Ruswandi yang turun ke lokasi bersama Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim, meminta agar Pemkab Agam merelokasi warga kampung Dadok, Kenagarian Batang Gasan. Pasalnya, lokasi yang ditempati masyarakat tidak layak ditempati.

Dia meminta masyarakat tetap mewaspadai tanah longsor dan banjir bandang, karena cuaca ekstrim masih berpotensi terjadi. Saat ini, kata Doddy, BNPB telah menetapkan status siaga bencana banjir dan tanah longsor secara nasional sampai Maret.

Soal total kerugian bencana ini, Doddy belum bersedia mengungkapkan karena masih fosku dalam pencarian dan evakuasi korban.

Sedangkan soal bantuan bagi korban yang rumahnya rusak, BNPB merencanakan bantuan Rp25 juta, dengan catatan tidak lagi membangun rumah di tempat yang di lokasi rawan bencana. "Peringatan terhadap siaga banjir dan tanah longsor telah kami sampaikan ke 20 provinsi di Indonesia. Khusus Sumatera, yang rawan itu adalah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat," ujarnya.

Wakil Gubernur Muslim Kasim juga meminta Pemkab merelokasi masyarakat yang masih tersisa di Jorong Data Kampung Dadok. Begitu pula dengan masyarakat di daerah lainnya di Sumbar yang tinggal di daerah rawan bencana longsor dan banjir bandang.

"Untuk mempercepat proses evakuasi, alat berat dan anjing pelacak akan ditambah. Kalau sekarang kan alat beratnya hanya satu, kita tambah satu unit alat berat lagi. Pencarian korban akan dilakukan selama 7 hari. Jika tidak ditemukan, dipersilakan kepada masyarakat atau lembaga swadaya yang melanjutkan pencarian,' tuturnya.

(y/ayu)