Pemda Dinilai Teledor

Selasa, 29 Januari 2013 - 09:25:17 - Dibaca: 1418 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

Korban Longsor di Padang Bertambah

JAMBI  –  Pemerintah daerah (Pemda) dinilai teledor dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Geothermal (panas bumi, red) di Kerinci. Idealnya, kajian terhadap pembangunan tersebut harus matang. Sehingga tidak memakan korban jiwa. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Abdul Halim kemarin.

                “Pemerintah daerah kan tahu struktur tanah yang ada di lokasinya. Harusnya pemerintah daerah itu memberikan masukan,’’ tuturnya.

Dikatakannya, dalam persoalan ini, yang terlihat itu pemerintah dan juga perusahaan tak siap untuk melakukan pembangunan. Sebab, mereka tak memandang keamanan pekerja. Tak ada safety-nya.

“Harusnya, dikaji dulu. Misalnya mau buat camp pekerja itu harusnya dikaji dulu lokasinya dan resikonya. Harusnya ada perhitungan dulu. Kan sudah tahu disana (Kerinci, red) rawan longsor,” tambahnya.

Dirinya mengatakan, ada unsur keteledoran dalam pelaksanaan proyek tersebut.  Dikatakannya, banyak yang harusnya perlu diperhitungkan.

‘’Ini saya nilai ada unsur keteledoran. Ini saya sebut merupakan kelalaian pihak daerah. Harusnya ada warning dari awal,” tukasnya.

Saat ini, di Kerinci juga sedang di bangun salah satu proyek lainnya, yakni pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air. “Nah, makanya harus diperhitungkan. Harus ada pencegahan dini,” ujarnya.

Dikatakannya juga, untuk melaksanakan proyek, harusnya jangan hanya mempekerjakan para pekerja yang berasal dari luar daerah saja. Akan tetapi, perusahan harusnya juga memperkerjakan mereka yang merupakan putra asli dari daerah tersebut.

“Harusnya mereka (perusahaan, red) melibatkan pekerja lokal yang lebih tahu dengan kondisi daerah yang akan dilakukan pembangunan. Setidaknya bisa menginformasikan keadaan,” pungkasnya.

Sementara itu, Zubaidi AR, Kepala BPBD Provinsi Jambi saat dijumpai kemarin menjelaskan, perkiraan kerugian yang diderita oleh dalam musibah itu belum diketahui. Akan tetapi, dirinya memastikan, akan tetap ada bantuan untuk daerah tersebut.

“Semuanya masih menunggu laporan dari masyarakat dan daerah. Yang jelas, jumlah bantuan yang ada dan tersedia itu tak terukur. Yang penting bantuan yang akan kita salurkan berdasarkan laporan dari daerah. Yang penting koordinasi,” tukasnya.

“Yang jelas, untuk berapa kerugian , kita belum dapat laporan. Baik untuk longsor maupun dari banjir. Kita masih tunggu laporan,” sebutnya.

Dikatakannya juga, untuk korban longsor, sebenarnya merupakan tanggung jawab dari perusahaan yang memperkerjakannya. “Itu tugas dan tanggung jawab perusahaan. Apakah ada asuransinya,” tandasnya.

Ditanya, apakah aktivitas pembangunan PLTG itu tetap dijalankan? Dirinya tak bisa memastikan. “Dinas ESDM sekarang di lokasi (Kadis ESDM, red). Mereka langsung diperintahkan untuk koordinasi dengan direktur PGE. Harapan kita, pekerjaan ini bisa terus dilaksanakan karena ini kebutuhan,” ucapnya.

Yang jelas, katanya lagi, untuk proses evakuasi korban sudah selesai dilakukan. “Korban sudah dirawat dan juga baik yang meninggal, ditanggung semuanya oleh perusahaan PGE,” sebutnya.

Dirinya juga menghimbau dengan kejadian itu, agar masyarakat tetap terus melakukan reboisasi.

“Yang jelas dana bantuan tak terbatas karena itu berasal dari pusat langsung dan disalurkan pusat. Berapapun yang dibutuhkan, pasti akan dibantu. Selama ada yang dilaporkan sehingga akan langsung diberi bantuan,” pungkasnya.

 

Di Padang, Tiga Lagi Warga Tewas

 

Hari kedua pasca tanah longsor di Jorong Data Kampuang Dadok Nagari Sungai Batang, 750 orang Tim SAR terus melakukan pencarian korban yang diduga masih tertimbun di bawah tanah longsor. Tim terdiri dari prajurit Kodim 0304 Agam, Polres Agam, Dalmas Polda Sumbar, Brimob Sumbar, BPBD se-Kabupaten dan Kota di Sumbar, PMI, Tagana, dan kolompok relawan kemanusiaan.

Dalam pencarian kemarin, tim menemukan tiga warga lagi dalam kondisi meninggal, dua orang di antaranya bocah. Ketiganya adalah Nursinah, 50, ditemukan pukul 11.00 Wib, Kemal 1,5 tahun dan Erni,3, ditemukan pukul 17.00 WIB. Dengan begitu, maka jumlah korban yang ditemukan tewas sudah mencapai 14 orang, dan masih tertimbun diduga tinggal enam orang.

Pengendali Operasional Pencarian Korban dari Makodim 0304 Agam Letkol Trias kepada Padang Ekspres di lokasi longsor menjelaskan, pencarian korban pada hari kedua dibagi menjadi empat sektor, dibantu anjing pelacak dari Polda Sumbar.

'Pencarian dilakukan dengan dua macam, ada yang manual dan ada yang menggunakan mesin ecsavator. Berdasarkan rapat evaluasi yang kita lakukan dengan semua pihak terkait, masa tanggap darurat ditetapkan tujuh hari sejak hari pertama kejadian kemarin,' kata Letkol Trias.

Lebih jauh dia menjelaskan, dalam pencarian kita terkendala infek pola longsor tidak beraturaturan seperti kita lihat melebar, namun kita akan upayakan sebelum hari ketujuh tanggap darurat semua korban sudah bias kita evakuasi.

Kapolres Agam AKBP Asep Ruswanda selaku keamanan evakuasi korban longsor menjelaskan, pihaknya melakukan pengamanan terhadap lokasi longsor agar masyarakat tidak masuk daerah longsor. "Kondisi tanah masih labil, makanya kita memasang police line pada daerah longsor. Agar personil dan relawan tidak terganggu melakukan evakuasi tidak terganggu masyarakat yang menyaksikan pencarian korban," jelasnya.

(wsn)