Mariyanti Sumbang Medali Terakhir

Kamis, 20 September 2012 - 11:11:18 - Dibaca: 4121 kali

Google Plus Stumbleupon


MEDALI TERAKHIR: Peujudo Jambi Mariyanti saat bertanding di kelas 48 kilogram. Mariyanti menjadi penyumbang medali terakhir bagi kontingen Jambi(M RIDWAN/JAMBIEKSPRES)
MEDALI TERAKHIR: Peujudo Jambi Mariyanti saat bertanding di kelas 48 kilogram. Mariyanti menjadi penyumbang medali terakhir bagi kontingen Jambi(M RIDWAN/JAMBIEKSPRES) / Jambi Ekspres Online

PEKANBARU-Tak diunggulkan sama sekali, pejudo Jambi justru merepotkan para unggulan. Berlaga di GOR Tribuana Pekanbaru, Mariyanti yang turun di kelas 48 kg berhasil mengalahkan Valentine (DKI Jakarta) dengan skor 1-0.

Kemenangan ini sekaligus mengantarkan Mariyanti yang bersuamikan anggota Polresta Jambi ini masuk babak perempat final. Di perempat final, Mariyanti harus berhadapan dengan Rina dari Jawa Barat.

‘‘Untuk menjaga stamina, Mariyanti kami instruksikan untuk bermain imbang dengan Rina,’‘kata Sutoyo, pelatih judo Jambi.

Alhasil, saat berhadapan dengan Rina, skor sama kuat. Keduanya pun berhak atas tiket semifinal.

Di semifinal, Mariyanti bertemu dengan Dita Manda (DKI). Namun rupanya bekal pelatda di Jepang selama 3 bulan atlet Jakarta tak menyurutkan motivasi Mariyanti.

Sepanjang 5 menit pertandingan, kedua pejudo silih berganti mencari peluang ipong. Namun hingga laga habis skor masih sama kuat.

Keputusan wasit akhirnya menjadi penentu. Dua dari tiga wasit memenangkan Dita Amanda dan hanya satu yang memberi kemenangan buat Mariyanti. Mariyanti pun harus puas dengan medali perunggu.

‘‘Kecewa pasti. Tapi itulah hasil terbaik yang bisa saya persembahkan buat Jambi,’‘katanya usai pertandingan.

Dia juga mengatakan pola konpetisi di tingkat nasional yang jarang ia ikuti turut berpengaruh. ‘‘Persiapan mepet, jadwal tanding juga sedikit,’‘katanya.

Mariyanti menjadi satu-satunya pejudo yang mewakili Jambi. Pengurus PJSI Jambi yang kurang perhatian membuat jadwal untuk mengikuti kejurnas sebagai sarana mengumpulkan poin pun tidak bisa semua diikuti.

Sutoyo mengatakan di level junior banyak juga pejudo yang potensial.  

(tya)