RESMI BERAKHIR: Closing PON XVIII Pekanbaru Riau,semalam.

Jumat, 21 September 2012 - 10:21:44 - Dibaca: 3608 kali

Google Plus Stumbleupon


MUHAMMAD HATTA/SUMEKS
MUHAMMAD HATTA/SUMEKS / Jambi Ekspres Online

Jambi Finish Urutan 24

p-PON XVIII Riau

Resmi Berakhir

PEKANBARU- PON XVIII Riau  resmi berakhir, semalam. Provinsi Jambi akhirnya finish di urutan ke 24 dalam perolehann  medali PON XVIII Riau. Prestasi ini tentunya merupakan capaian terburuk Jambi sepanjang sejarah keikutsertaannya di PON.

                Padahal di dua pon sebelumnya, yakni Sumsel dan Kaltim, Jambi mampu memberi warna tersendiri. Saat PON Kaltim, Jambi mampu berada di posisi ke 15, dengan raihan 11 emas, 17 perak dan 28 perunggu dan di PON XVI/2004 Palembang, Jambi bahkan mampu menduduki peringkat keenam dengan raihan 27 emas,  28 perak dan 15 perak. Sungguh penurunan yang sangat signifikan.

                Sementara itu, selaku tuan rumah, Riau berada di posisi enam perolehan medali dengan 43 emas. Sementara juara umum diraih DKI Jakarta dengan 110 medali emas. Disusul Jabar, Jatim, Jateng, dan Kaltim di posisi lima besar.

                Sebagai tuan rumah, dengan posisi tersebut, Riau berhasil meningkatkan prestasi dan perolehan medalinya dari PON XVII Kaltim 2008 lalu. Ketika itu hanya peringkat 10 dengan perolehan 16 medali emas saja.

                Suatu pencapaian yang luar biasa tentunya. Dari segi peningkatan prestasi. Walaupun banyak memang yang harus dibenahi. Sebab, dengan 43 medali emas, belumlah mencapai target realistis medali yang dihitung dari 39 Pengurus Provinsi (Pengprov) Cabor, dimana pada angka 50-59 medali emas ketika itu.

                Ketua Kontingen Riau, Yuherman Yusuf pun angkat bicara tentang prestasi yang diraih tersebut. "Target yang diluar dugaan, memang ada karena beberapa Cabor gagal meraih medali yang dipatok mereka. Namun, secara keseluruhan hasil ini sudah mengalami peningkatan jauh sekali dibanding ajang sebelumnya," ujarnya menjawab Riau Pos kemarin.

                Yuherman juga tidak menafikan bahwa dari keseluruhan Cabor itu pula, hampir 75 persen bisa dibilang sukses. Karena berhasil merebut medali. Menyisakan beberapa Cabor saja yang tidak mengoleksi satu medalipun.

                Sehingga kedepan, Yuherman menegaskan kepada seluruh Pengprov Cabor harus benar-benar menjalankan program pembinaan kepada para atlet dengan sebaik mungkin. Sebab, untuk menjadi peserta pada PON XIX Jabar 2016 mendatang, seluruh Cabor harus mengikuti kualifikasi Pra PON.

                "Cobalah Pengprov usai PON ini melakukan evaluasi menyeluruh. Dan terus melakukan pembinaan agar bisa lolos pada PON selanjutnya. Dimana kita tentu wajib mengikuti pra kualifikasi terlebih dahulu, seperti Porwil," bebernya.

                Total koleksi medali Riau adalah 43 emas, 39 perak dan 51 perunggu. Sementara peringkat pertama pada PON kali ini Jatim sebagai juara bertahan harus rela disalip dua daerah, DKI Jakarta dengan 110 emas, 101 perak, dan 112 perunggu. Jabar sebagai runner up tahun ini yang akan menjadi tuan rumah pada PON selanjutnya berhasil meraup 99 emas, 79 perak, dan 101 perunggu.

                Jatim sendiri mengoleksi 86 emas, 86 perak, dan 84 perunggu. Apa yang menyebabkan prestasi Jatim melorot dalam perburuan medali" Atau memang persiapan tim ibukota lebih matang" Semua tidak terlepas dari pembinaan serius dari masing-masing Pengprov Cabor di daerah.

                Disampaikan Ketua Kontingen DKI, Eddy Widodo.  Persiapan telah mereka lakukan sejak berakhirnya PON Kaltim. Dan, dua tahun setelahnya, seluruh atlet yang dipersiapkan memperkuat ibukota di PON sudah menjalani pemusatan latihan.

                "Beberapa Cabor unggulan kita berangkatkan menjalani pemusatan latihan diluar negeri, dan lainnya terus dipersiapkan dengan menggalakkan uji coba. Juga berupaya memberika motivasi selalu kepada atlet, dan beruntung semuanya terbayarkan di Riau ini," ungkapnya.

                Pasca PON Riau kali ini pun, Eddy bersama timnya juga sudah mempersiapkan evaluasi terhadap beberapa Cabor yang tidak mencapai target yang ditetapkan. Dimana mereka kembali akan melakukan evaluasi besar-besaran karena empat tahun lagi, Jabar bukan tidak mungkin menyalip sebagai juara umum.

                "Tahun ini kami menargetkan juara umum, namun berbagai peluang yang gagal dimaksimalkan menjadi salah satu penghambat. Tapi dengan runner up ini pula, kami optimis di PON selanjutnya kami akan keluar menjadi yang terbaik," kata Wakil Sekretaris Kontingen Jabar, Lily Rolina.

                Jabar berjaya di Cabor Renang, dimana dari 32 emas yang diperebutkan, hanya 10 yang tidak diraih Jabar, sisanya punya Jabar. Menurut Lily salah satu kiat sukses mereka di Cabor Renang adalah dengan persiapan yang benar-benar matang kepada para atlet.

    Salah satunya dengan mengirimkan atlet terbaiknya menjalani pemusatan latihan di luar negeri. Sejak 2010 pula, semua persiapan yang dilakukan atlet hanya fokus pada pemusatan latihan. "Juga menurunkan atlet di berbagai Kejurnas dan iven kejuaraan lainnya, fokus dan perhatian terus kami berikan demi peningkatan prestasi," ceritanya.

    Sementara Jatim di peringkat ketiga, seperti diketahui, mereka terlihat jauh lebih siap dari seluruh tim peserta PON ketika perhelatan resmi tersebut akan dimulai. Dengan memeprsiapkan penginapan yang layak buat atlet. Juga menurunkan ratusan kendaraan sewa yang dipergunakan bagi kontingennya, Jatim seakan tidak tergoyahkan mempertahankan prediket juara.

    "Memang banyak target yang diluar dugaan. Hal ini karena banyak perubahan nomor pertandingan yang kurang dapat kami maksimalkan. Tapi memang di PON Riau, diakui pembagian medali sudah merata antara Provinsi lain,"sebut Ketua Harian KONI Jatim, Abror.

    Dari 33 Provinsi tersebut, hanya Sulawesi Barat yang tidak mendapat satu medali pun. Memang, daerah tersebut hanya mengirimkan kontingen kurang dari 20 atlet dan pelatih. Serta hanya mengikuti kurang dari lima Cabor saja.

    Lalu diatasnya Maluku Utara yang hanya meraih satu medali perunggu saja. Sayang pada seremoni penutupan kemarin, rata-rata kontingen peserta sudah banyak yang pulang lebih dulu dan tidak mengikuti acara penutupan di Stadion Utama Riau.

(egp)