Mentan Klaim Tak Ada Penyimpangan

Kamis, 14 Februari 2013 - 09:03:09 - Dibaca: 1505 kali


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAKARTA - Mentan Suswono memenuhi panggilan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara. Kemarin (13/2), Suswono menyampaikan penjelasan terkait kebijakan impor daging sapi yang akhirnya memunculkan dugaan korupsi kuota impor daging sapi dengan tersangka Mantan Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaaq.

"Bapak Presiden mengundang untuk meminta keterangan dan penjelasan dari saya, baik lisan maupun tertulis. Surat tertulis sudah saya sampaikan, penjelasan lisan juga sudah," ujar Suswono usai menemui Presiden di Kantor Presiden, kemarin.

Suswono mengaku menyampaikan secara detail segala hal terkait kuota impor daging. Dari sisi kebijakan atau regulasi, importasi daging tidak ada yang menyimpang. Dia pun berani memastikan tidak ada penyimpangan dalam kebijakan impor daging. "Sekarang ini peluangnya kecil untuk orang bermain-main. Alokasi untuk setiap perusahaan itu sudah ada rumusnya, cold storagenya berapa, kemampuan kapasitasnya berapa, pengalaman berapa lama, pelanggaran yang pernah dilakukan seperti apa. Tidak mungkin perusahaan abal-abal dapat alokasi besar," kata Suswono.

Menurut menteri asal PKS itu, "alokasi impor daging ditetapkan oleh Kementerian Perindustrian. Sedangkan, Kementerian Pertanian hanya memberikan rekomendasi berdasarkan alokasi yang sudah ditetapkan itu. "Jumlah kuota maupun pengalokasian daging impor itu sudah diputuskan melalui rapat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian," tegas Suswono.

Dalam rapat koordinasi di Kemenko Perekonomian, menurut Suswono,"Kementeriannya memberikan data awal produksi daging dalam negeri. Lalu dibahas pengalokasian ke perusahaan-perusahaan yang masuk dalam kategori importir terdaftar yang ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan. "Dari situ baru ditentukan alokasi untuk industri, untuk perusahaan catering, dan sapi bakalan itulah yang dibicarakan bersama tiga kementerian (Kemenperin,Kemenperdag, dan Kementan) dibawah koordinasi Menko Perekonomian," kata Suswono.

Soal alokasi daging sapi impor untuk 2013, Suswono menekankan, hal tersebut sudah selesai dibahas pada Desember tahun lalu. Untuk menambah impor daging, menurut dia, ada prosesnya. Sedangkan pada 22 Januari lalu, Kementerian Pertanian sudah mengirim surat ke Kementerian Koordinator Perekonomian, yang intinya belum perlu ada tambahan kuota daging impor untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Sebab, daerah-daerah tersebut menyanggupi kebutuhan sapi.

Ketika ditanya tanggapan Presiden terkait dugaan penyimpangan tersebut, Suswono menuturkan Presiden masih memintanya bekerja seperti biasa sebagai Mentan. "Presiden tetap meminta saya tetap bekerja biasa," ucapnya sembari tersenyum.

Mengenai kasus yang menimpa mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq, Suswono menyerahkan sepenuhnya urusan hukum terkait dugaan korupsi impor daging kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, dia kembali membantah jika dirinya turut terlibat dalam kasus korupsi tersebut. "Tidak ada sama sekali terkait kasus Luthfi tidak ada,"tegasnya.

(Ken)