Pensiun di Three Lions

Selasa, 25 September 2012 - 10:42:48 - Dibaca: 1943 kali

Google Plus Stumbleupon


RASIS: Foto dokumen yang menunjukkan ucapan rasis John Terry terhadap bek Queens Park Rangers, Anton Ferdinand (kiri).( GLYN KIRK/AFP PHOTO)
RASIS: Foto dokumen yang menunjukkan ucapan rasis John Terry terhadap bek Queens Park Rangers, Anton Ferdinand (kiri).( GLYN KIRK/AFP PHOTO) / Jambi Ekspres Online

LONDON - Efek domino atas kasus rasisme yang dilakukan John Terry berlanjut. Selain Anton Ferdinand sebagai korban serangan rasial Terry dalam insiden pada 23 Oktober 2011 itu, Rio Ferdinand, Ashley Cole, hingga Fabio Capello ikut terseret.

 Nah, kemarin, Terry menjadi korban atas kasusnya sendiri. Kapten Chelsea itu membuat pernyataan mengejutkan dengan mengumumkan pensiun dari timnas Inggris atau di pentas sepak bola internasional. Keputusan itu hanya beberapa jam sebelum dirinya menjalani hearing atas kasusnya di hadapan Komite Disiplin FA (Asosiasi Sepak Bola Inggris).

 Alasan Terry memilih pensiun didasari sikap FA yang bersikeras ingin menghukumnya atas kasus rasisme. JT -- sapaan akrab Terry -- juga menilai FA akan membuat masa depannya di timnas Inggris. Sejak debut bersama Three Lions - sebutan timnas Inggris - pada Juni 2003, Terry telah mengoleksi 78 caps plus menjaringkan enam gol.

 "Saya membuat pernyataan ini (pensiun) karena saya merasa FA, yang terus mengejar saya dengan tuduhan sekalipun telah dinyatakan bebas di pengadilan hukum, telah membuat posisi saya dengan timnas Inggris sulit dipertahankan lagi," kata Terry seperti dilansir Reuters.

 Terry memang dinyatakan bebas dari tuduhan oleh Pengadilan Westminster pada 13 Juli lalu. Tapi, FA yang telah mencopot ban kapten timnas Terry pada 3 Februari lalu itu menilai Terry tetap bersalah. "Tetap didakwa setelah dibebaskan dalam sidang sebelumnya membuat saya tidak nyaman," kata pemain 31 tahun itu.

 Kendati terkesan tegar saat mengumumkan pensiun, Terry sebenarnya patah hati. Bagaimana tidak, dia dua periode menjabat kapten timnas (Agustus 2006-Februari 2010 dan Maret 2011-Februari 2012). Terry merupakan tulang punggung Inggris di empat ajang major, masing-masing Euro 2004 dan Euro 2012 (lolos sampai perempat final) serta Piala Dunia 2006 (perempat final) dan 2010 (babak 16 besar).

 Kemenangan 5-0 atas Moldova di awal kualifikasi Piala Dunia 2014 awal bulan ini (7/9) praktis menjadi pertandingan terakhir Terry dengan kostum timnas. "Saya ingin berterima kasih kepada semua pelatih yang memilih saya untuk bermain dalam 78 laga. Saya juga menikmati kebersamaan, sekaligus tersanjung, bermain dengan semua pemain yang pernah menjadi rekan saya selama di timnas," tutur pemain yang masuk Tim Terbaik Piala Dunia 2006 tersebut.

 Keputusan pensiun Terry tentu saja memberi pukulan telak bagi Inggris. Pelatih Inggris Roy Hodgson pun menyayangkan keputusan Terry sekaligus bakal merindukan peran pemain terbaik Inggris 2005 itu. "Tentu saja saya kecewa kehilangan pemain dengan pengalaman dan kemampuan istimewa seperti John," kata Hodgson kepada The Sun.

 Hodgson mengonfirmasi bahwa Terry secara sopan menelepon langsung dirinya untuk menyampaikan keputusan pensiun. "Saya menikmati relasi bagus dengan John selama saya menjabat pelatih Inggris dan saya terpaksa harus menerima keputusannya," jelas pelatih yang baru menangani Inggris per 14 Mei lalu itu.

 Di sisi lain, tidak semua pihak merugi atas pensiunnya Terry. Chelsea justru diuntungkan karena Terry bakal fokus sepenuhnya membela klub asal Stamford Bridge tersebut. Sekalipun Chelsea telah memenangi Liga Champions musim lalu, Terry diyakini belum puas sepenuhnya karena absen dalam final.

 Terry yang telah memenangi 13 gelar bersama Chelsea itu disebut ingin melengkapinya dengan memenangi Piala Dunia Antarklub di Jepang 6-16 Desember nanti. (dns)