Diminati Konglomerat Terkaya Italia

Jumat, 28 September 2012 - 11:09:49 - Dibaca: 3630 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

SILVIO Berlusconi tampaknya mulai jenuh menjadi pemilik AC Milan. Setelah berkuasa selama 26 tahun atas klub berjuluk Rossoneri itu, Berlusconi berencana untuk melepas kepemilikannya. Paling tidak menjual sebagian saham.

                Krisis ekonomi yang melanda Italia dan beberapa negara Eropa, memaksa klub-klub sepak bola lebih berhemat. Musim ini, Milan bahkan memangkas belanja pemain. Mereka menjual bintangnya dan hanya membeli pemain medioker.

                Performa Milan yang kurang meyakinkan pada awal musim ini membuat Berlusconi menjadi sasaran kritik. Dia dianggap tidak lagi berhasrat membesarkan Milan. Sejatinya, kritik seperti itu telah terdengar dalam beberapa tahun terakhir.

                Makanya, begitu surat kabar Italia Leggo membeberkan telah terjadi negosiasi awal penjualan Milan kepada Michele Ferrero, konglomerat coklat Italia, publik mulai menyadari Berlusconi siap mengakhiri kebersamaannya dengan Milan.

                Ferrero merupakan salah satu orang terkaya di Italia berkat kerajaan bisnis coklat miliknya. Dia dikenal sebagai pemilik perusahaan coklat bermerek Nutella, Ferrero Rocher, Kinder, dan Tic Tac. Mereka sedang menjajaki kemungkinan berinvestasi di sepak bola.

                Menurut Forbes, Ferrero malah merupakan orang terkaya di Italia dan peringkat 23 dunia. Sejak 2010 dia mempertimbangkan membeli Milan. Klub lain yang berada dalam incarannya adalah Torino. Tetapi, Milan berada pada daftar teratas.

                Hambatan sekarang berada di Giovanni Ferrero, putra dari Ferrero, yang sekarang memegang kendali perusahaan. Bila sudah ada lampu hijau dari Giovanni, maka negosiasi akan berlangsung dan diperkirakan pada awal 2013, Milan bisa berganti pemilik.

                Keputusan Milan yang menjual para bintang seperti Zlatan Ibrahimovic, Thiago Silva, dan Antonio Cassano, serta melepas para veteran bergaji tinggi, adalah bagian dari upaya menyeimbangkan neraca keuangan Milan. Penyebabnya, dengan neraca keuangan yang seimbang, lebih menarik buat para investor.

(ham)