Bintangnya Bernama Fabregas

Senin, 01 Oktober 2012 - 10:40:19 - Dibaca: 2720 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

2 Sevilla vs Barcelona 3

SEVILLE - Nyaris saja rekor 100 persen kemenangan Barcelona pada awal musim ini di Primera Division Spanyol ternoda. Sempat tertinggal 0-2 dari tuan rumah Sevilla, Barcelona mampu bangkit dan mengakhiri laga dengan skor 3-2 (0-1), kemarin dini hari.

                Kemenangan yang berharga dan membawa mereka tetap berkuasa di puncak klasemen dengan 18 poin. Barca unggul empat angka atas pesaing terdekatnya Malaga dan unggul 16 angka atas sang rival abadi Real yang mengoleksi tujuh poin.

                Sedari awal, Barca telah menyadari, tidak akan mudah mengatasi Sevilla di Ramon Sanchez Pizjuan. Rival abadi Barca, Real Madrid pulang dengan tangan hampa setelah kalah 0-1 dari Sevilla pada jornada keempat (15/9).

                Sevilla juga memulai pertandingan dengan mantap. Mereka unggul lebih dulu pada menit ke-26 melalui gol Piotr Trochowski. Berikutnya striker Alvaro Negredo menggandakan kemenangan pada menit ke-48 dan Sevilla unggul 2-0.

                Lalu, di menit ke-53, gelandang Barca Cecs Fabregas memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2. Kontribusi Fabregas kian besar dengan kartu merah yang dijatuhkan wasit Miguel Mateu Lahoz kepada gelandang Sevilla Gary Medel.

                Medel dijatuhi diusir dari lapangan setelah menanduk wajah Fabregas di menit ke-72. Kurang satu pemain, membuat pertahanan Sevilla lebih longgar. Akibatnya, Fabregas kembali mencetak gol di menit ke-89 dan David Villa memastikan kemenangan Barca di injury time.

                "Beginilah cara tim kami melewati setiap tantangan di lapangan. Setelah sempat tertinggal, kami melakukan perlawanan balik dan kami buktikan bisa menang. Seri bukanlah hasil yang adil atas usaha kami," ujar Tito Vilanova, pelatih Barca, seperti dikutip SAPA.

                Vilanova membela Fabregas terkait dengan tudingan aksi berlebihan setelah ditanduk Medel. "Bila ada pemain yang menanduk lawan mainnya, maka layak dikartu merah. Wasit telah mengikuti aturan, tidak ada yang aneh," kata Vilanova.

                Fabregas langsung memberikan pembelaan ketika ada yang menanyakan soal insiden itu di konferensi pers. "Kalau Anda menginginkan, saya akan melakukan apa yang Medel lakukan dan nanti Anda jelaskan rasanya," ketus Fabregas.

                Dari kubu, sang pelatih Jose Miguel Gonzalez atau lebih akrab disapa Michel menolak mengomentari wasit. "Pemain saya telah bekerja dengan baik melawan tim hebat. Hanya terasa ada yang ganjil saat keluar dari lapangan," jelas Michel, seperti dikutip Goal.

                Kekalahan itu menjadi kekalahan pertama Sevillistas, julukan Sevilla, pada awal musim ini. "Kami tidak tertekan. Berikutnya kami hanya harus bangkit dan tidak terlalu terbebani dengan kekalahan ini. Ini masih awal kompetisi," kata Michel. (ham)

 

 

hana �b bn���ұibangun dan ada kekurangan pekerjaan fisik bangunan sehingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp. 255.434.000,- (dua ratus lima puluh lima juta empat ratus tiga puluh empat ribu rupiah). Tidak itu saja, keputusan mahkamah agung dilandaskan bahwa pengembalian kerugian keuangan negara pada tanggal 27 Desember 2010 dan 29 Desember 2010 dilakukan setelah penyelidikan oleh Kejaksaan Negeri Muara Sabak berlangsung.

 

 

Namun demikian, salah satu hakim Mahkamah Agung memberikan Diseting Opinion yaitu Anggota Majelis, Prof. DR. Mohammad Askin, SH., dengan pertimbangan bahwa alasan-alasan kasasi Jaksa/Penuntut Umum tidak dapat dibenarkan, oleh karena Pengadilan Negeri Tanjung Jabung Timur telah tepat dalam pertimbangan dan putusannya, lagi pula alasan-alasan tersebut mengenai penilaian hasil pembuktian yang bersifat penghargaan tentang suatu kenyataan, alasan-alasan semacam itu tidak dapat dipertimbangkan dalam pemeriksaan pada tingkat kasasi, karena pemeriksaan dalam tingkat kasasi hanya berkenaan dengan tidak diterapkan suatu peraturan hukum atau peraturan hukum tidak diterapkan sebagaimana mestinya, atau apakah cara mengadili tidak dilaksanakan menurut ketentuan undang-undang, dan apakah

Pengadilan telah melampaui batas wewenangnya, sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 253 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (Undang-Undang No.8 tahun 1981).

Untuk diketahui, kasus dugaan korupsi proyek Candika senilai Rp 1,8 miliar di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi mulai tercium penyidik Kejari Muarasabak awal 2009. Dari hasil penyelidikan, ditemukan adanya indikasi kerugian negara senilai kurang lebih Rp 265 juta.

Dalam kasus ini ada enam orang tersangka, yakni Damris selaku Kuasa Pengguna Anggaran, Abdul Manan selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Suparno selaku Pengguna Anggaran (PA), Havis dan Ashar. Sementara itu, satu orang lainnya masih DPO yakni serta Henzen Gho selaku Kuasa Direktur PT. RAFI LESTARI INDAH.

(wne)