Kesaksian Siti Fadilah Dibantah Staf

Rabu, 10 Oktober 2012 - 09:28:39 - Dibaca: 1552 kali

Google Plus Stumbleupon


SAKSI : Sidang perkara korupsi pengadaan alat kesehatan untuk kebutuhan Pusat Penanggulangan Krisis Depkes dengan terdakwa Rustam Syarifuddin Pakaya kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi
SAKSI : Sidang perkara korupsi pengadaan alat kesehatan untuk kebutuhan Pusat Penanggulangan Krisis Depkes dengan terdakwa Rustam Syarifuddin Pakaya kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi / Jambi Ekspres Online

      JAKARTA - Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menegaskan tidak pernah menikmati uang hasil korupsi pengadaan alat kesehatan untuk kebutuhan Pusat Penanggulangan Krisis Depkes. Sebelumnya, Siti memang santer disebut menerima cek pelawat dari proyek yang merugikan negara Rp 22 miliar itu.

      Dalam kasus dengan terdakwa RustamSyarifuddin Pakaya, nama Siti ikut terseret. Rustam menyebut kalau yang hasil korupsi tersebut dibagikan ke beberapa pihak. Salah seorang di antaranya adalah Siti yang kebagian Rp 1, 27 miliar.

                "Tidak pernah," jawab Siti saat hakim bertanya apakah dirinya menerima Mandiri Travel Cheque (MTC) senilai Rp 1,27 miliar. Dia juga membantah kalau aliran uang haram itu masuk ke kantong adiknya, Rosdiah Endang.

                Siti mengungkapkan bahwa uang yang diberikan ke adiknya tidak lebih untuk membayar keperluan rumah tangga. Uang tersebut murni dari gaji. Tidak ada kaitannya dengan keuangan yang berasal dari cek perjalanan yang dituduhkan Rustam. "Saya sebagai menteri tidak bisa disibukkan untuk bayar satpam, listrik dan sebagainya," katanyaa.

                Dia memastikan uang tersebut tidak ada kaitan dengan pengadaan alkes karena dirinya tak tahu perihal proyek tersebut. Siti mengatakan, yang dilakukan Rustam tidak melulu perlu persetujuan dirinya. Apalagi, pengadaan alat tersebut nilainya di bawah Rp 50 miliar.

                Terkait dengan sumbangan Rp 500 juta ke Yayasan Orbit, Siti berdalih bukan dia yang memberikan. Yayasan yang bergerak dibidang keagamaan itu memang pernah mengajukan proposal meminta bantuan dana. Siti lantas meminta kepada Setjen Kemenkes untuk disebarkan ke berbagai perusahaan obat. "Saya berani bersumpah tidak pernah memberi. Saya hanya memberi ceramah dan tausiyah," jelasnya.

                Keterangan Siti dibantah Syafii Achmad yang saat itu menjabat sebagai Setjen. Dia justru menyebut kalau mantan atasannya itulah yang memberikan sumbangan. Uang itu diberikan langsung oleh Siti.    "Saya berani bersumpah, demi Allah," kata Syafii.

      Hakim I Made Hendra kesal dengan keterangan yang saling lempar kesalahan itu. Dia meminta keduanya jujur. Menurutnya, memberikan sumbangan adalah bagian dari ibadah. Tapi, malah tak mau ada yang mengaku.

(dim/ca)