KPK Siapkan Kejutan Kasus Hambalang

Rabu, 10 Oktober 2012 - 09:33:39 - Dibaca: 1621 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

 

 

 

      JAKARTA - Kasus dugaan korupsi proyek sport center Hambalang, Jawa Barat, bakal memasuki babak baru. Kabarnya, akan ada tersangka baru dalam kasus tersebut. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengatakan bakal ada kejutan dari penyelidikan kasus ini.

      "Insya Allah akan ada yang mengejutkan kita semua. Yang jelas, kasus ini masih kita dalami terus dan pada akhirnya kalian akan bisa meng-update status ini. Mungkin yang ada dalam pikiran kalian akan terjadi," kata Abraham di kantornya kemarin.

      Abraham menegaskan bahwa KPK tetap memprioritaskan kasus tersebut. "Sense kita semua sama dengan rakyat Indonesia terhadap kasus Hambalang. Nah, itulah yang akan kita lakukan," ujarnya.

      Rentang investigasi kasus Hambalang memang cukup lebar. Selain penyelidikan aliran dana, saat ini juga berlangsung pengusutan terkait pengadaan yang telah ke proses penyidikan dengan tersangka Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora Dedi Kusdinar.

      Untuk penyelidikan aliran dana ke Kongres Partai Demokrat 2010 di Bandung, KPK telah memeriksa Direktur Keuangan Grup Permai Neneng Sri Wahyuni yang tak lain adalah isteri Nazaruddin, bekas bendahara umum Partai Demokrat. Komisi antirasuah itu juga memeriksa Ketua Partai Demokrat yang juga tim sukses Anas di Kongres, Umar Arsal. KPK juga meminta keterangan Nuril Anwar dan Eva Ompita yang merupakan staf di DPP Partai Demokrat.

      Umar membantah adanya aliran dana Hambalang ke kongres partai pemenang Pemilu 2009 itu. Namun, Nazaruddin mengatakan ada dana dari proyek Hambalang ke tim pemenangan Anas. Kata Nazarn, tiap Dewan Pimpinan Cabang (DPC) mendapatkan USD 15 ribu hingga USD 20 ribu.

      "Tim suksesnya Anas bagi-bagi uang.Untuk uang terima kasih, uang transportasi. Sekarang yang ditanya KPK uang itu dari mana," kata Nazar. Menurut Nazar, KPK tinggal melacak kebenaran pernyataan Umar Arsal, tim sukses Anas yang telah diperiksa.

      Nazar menambahkan, uang diambil dari kamar Yulianis, anak buah Nazar, di Hotel Aston. "Uang itu dari Proyek Hambalang dan beberapa sumber lain yang sudah saya laporkan ke KPK," katanya.

(sof/ca)