Pelantikan Jokowi, Mega Tak Diundang

Jumat, 12 Oktober 2012 - 10:25:08 - Dibaca: 1674 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAKARTA - Acara pelantikan pasangan calon gubernur DKI Jakarta terpilih, Joko Widodo-Basuki T Purnama rencananya akan dihadiri oleh 2000 tamu undangan. Para undangan terdiri dari anggota DPRD, tokoh masyarakat, pengurus partai politik pengusung dan tim pendukung Joko Widodo-Basuki.

Namun, diantara 2000 undangan tersebut tidak ada nama Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto. Padahal, keduanya merupakan petinggi partai pengusung pasangan Jokowi-Ahok.

"Karena ini levelnya daerah jadi kita hanya mengundang pengurus di tingkat daerah," ujar Sekretaris DPRD DKI, Manggara Pardede kepada wartawan di gedung DPRD DKI Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (11/10).

Meski begitu, sambung Manggara, Mega dan Prabowo tetap bisa datang ke acara pelantikan. Namun, mereka harus menggunakan jatah undangan pengurus parpol atau keluarga gubernur dan wakil gubernur.

"Kalaupun ingin menghadirkan ketua partai itu termasuk dalam undangan ke partai atau keluarga," tegasnya.

Lebih lanjut, Manggara juga mengatakan bahwa tidak seluruh tamu undangan dapat menyaksikan acara secara langsung dari dalam ruang rapat paripurna. Pasalnya, kapasitas ruang paripurna DPRD DKI hanya cukup untuk 850 orang.

Oleh karenanya, DPRD DKI telah menyediakan dua buah televisi layar lebar bagi 1150 tamu undangan yang berada di luar ruang rapat paripurna. Televisi layar lebar tersebut akan ditempatkan di lobby dan lantai 3 gedung DPRD.

Selain itu acara pelantikan juga akan dihadiri oleh perwakilan dari Pemerintah Kota Surakarta. Pejabat Pemkot Surakarta turut diundang atas permintaan Jokowi. "Kita diminta mengundang 20 orang dari Solo," ungkap Manggara.

Sebelumnya, DPRD DKI telah  menetapkan tanggal pelantikan Jokowi sebagai gubernur DKI Jakarta periode 2012-2015. Acara pelantikan akan dilaksanakan pada tanggal 15 Oktober mendatang di ruang rapat paripurna DPRD DKI.

(dil/jpnn)