Dilempar Batu, Bus Terbalik, Penumpang Alami Luka Berat

Selasa, 15 Agustus 2017 - 10:51:47 - Dibaca: 4194 kali

Google Plus Stumbleupon


KECELAKAAN: Kondisi mobil bus yang terbalik di Dusun Sungai Mengkuang, Sabtu lalu. Diduga, kecelakaan ini terjadi karena mobil dilempar dengan batu.
KECELAKAAN: Kondisi mobil bus yang terbalik di Dusun Sungai Mengkuang, Sabtu lalu. Diduga, kecelakaan ini terjadi karena mobil dilempar dengan batu. [Perdian/JE]

 

MUARABUNGO - Lalu lintas di wilayah hukum Polres Bungo, mulai tidak aman. Aksi pelemparan batu sering terjadi. Bahkan, Sabtu (12/8), bus Po Putra Raflesia K 1593 BB, terbalik akibat lemparan batu oleh orang tak bertanggungjawab.

Informasi yang berhasil dihimpun, bus yang membawa rombongan karyawisata tersebut melaju dari arah Bangko menuju Bungo. Sesampai di KM 16 tepatnya di Dusun Sungai Mengkuang, kaca mobil dilempar oleh seseorang.

"Kejadiannya malam minggu sekitar pukul 20.30 WIB. Kaca mobil dilempar tepat dibagian sopir,” ujar Dede, warga setempat, kepada harian ini, kemarin (13/8).

Kata Diam akibat lemparan itu, sopir tidak bisa mengendalikan mobil, lalu terbalik. Sejumlah penumpang mengalami luka berat dan dilarikan ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan.

Sementara mobil bus baru bisa di evakuasi pada Minggu (13/8) menggunakan eksavator. Sempat terjadi kemacetan panjang saat evakuasi.

"Mobil melintang jalan. Mobil baru bisa di evakuasi pada Minggu sore," tutupnya.

Terpisah, Kanit Laka Satlantas Polres Bungo, Bripka Adhi Kurniawan, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Hanya saja, Ia enggan memberikan data serta informasi secara detail.

"Memang benar, mobil diduga terbalik akibat dilempar. Untuk informasi lebih jelas silahkan konfirmasi langsung ke bagian Reskrim, karna ada unsur pidanya. Kasus ini sudah kita limpahkan ke Reskrim," ucap Bripka Adhi.

Tekait aksi pelemparan mobil ini juga dibenarkan oleh Hengky salah seorang sopir bus. Kata Dia, kejadian pelemparan batu ini sudah sering terjadi di wilayah Bungo. Bahkan kejadian pelemparan ini yang lebih sering terjadi di wilayah Kecamatan Jujuhan.

"Bahkan dalam satu malam pernah tiga mobil terkena lemparan batu di sebuah tanjakan yang berada di Kecamatan Jujuhan. Kami berharap adanya penindakan dari aparat penegak hukum, agar kejadian ini tidak terulang kembali," harapnya.

(ptm)