Gelar Razia, PKL dan Satpol PP Kucing-Kucingan

Jumat, 15 Desember 2017 - 13:52:09 - Dibaca: 1006 kali

Google Plus Stumbleupon


MELANGGAR: Petugas Satpol PP Kota Jambi menertibkan PKL yang masih berjualan di atas trotoar, drainase dan badan jalan di Pasar Baru Talang Banjar. 
MELANGGAR: Petugas Satpol PP Kota Jambi menertibkan PKL yang masih berjualan di atas trotoar, drainase dan badan jalan di Pasar Baru Talang Banjar.  / Jambi Ekspres Online

 

JAMBI - Satpol PP Kota Jambi kembali menggelar razia di Pasar Baru Talang Banjar (14/12) kemarin. Sekitar pukul 17.00 WIB petugas Satpol PP menyisir lapak pedagang yang berjualan di atas trotoar, drainase dan badan jalan. 

 Masih banyak ditemukan pedagang yang berjualan di trotoar drainase maupun di badan jalan, sehingga mengakibatkan macet di kawasan tersebut. Petugas juga menemukan adanya aliran listrik yang yang dianggap ilegal. Beberapa pedagang yang berjualan mulai dari sore hingga pagi hari menggunakan penerangan yang sumber aliran listriknya tidak diketahui. Hal ini langsung ditindak oleh Satpol PP Kota Jambi.

Fajri, Kepala Bidang Ketertiban dan Ketentraman Umum Satpol PP Kota Jambi mengatakan, para pedagang melanggar 2 Perda, yaitu, Perda Nomor 47 tahun 2002 mengenai ketertiban umum dan Perda Nomor 12 tahun 2016 tentang pemberdayaan pedagang kaki lima. 

Kata Fajri, dalam Perda dijelaskan para Pedagang Kaki Lima (PKL) dilarang berjualan di atas drainase, trotoar maupun di badan jalan. “Inilah yang kita tertibkan karena mereka telah melanggar 2 Perda tersebut,” katanya.

Kata Fajri, pedagang yang meninggalkan dagangannya di pinggir jalan akan diangkut oleh Satpol PP. Ini salah satu cara untuk memberikan ketegasan kepada para pedagang yang sudah beberapa kali diberi peringatan namun masih membandel. 

“Saat ini kita lakukan pendekatan persuasif. Para pedagang ini masih kucing-kucingan. Kita sudah sering melakukan razia. 3 hari ditertibkan, setelahnya berjualan lagi. Inilah yanh membuat kita kesulitan dalam melakukan penertiban,” imbuhnya.

Sementara itu, untuk masalah adanya listrik yang ilegal, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak PLN untuk menindaklanjuti hal ini. “Pasti ada oknum tertentu dibelakangnya, tidak mungkin para pedagang sendiri yang melakukannya,” katanya.

Kedepan, pihaknya berharap ada tim gabungan antara Satpol PP dan pihak terkait lainnya agar adanya petugas yang berjaga di kawasan tersebut. “Kita berharap bisa ngepam di kawasan ini agar pedagang tidak kucing kucingan lagi. Tentu juga bekerja sama dengan beberapa instansi terkait karena kita masih keterbatasan petugas,” pungkasnya.

(hfz)