Ada yang Berusia 40 Tahun, Jaringan Pipa PDAM Butuh Perbaikan Rp 500 M

Senin, 26 Februari 2018 - 10:53:45 - Dibaca: 1658 kali

Google Plus Stumbleupon


PERLU PERBAIKAN: Pengolahan air di PDAM Tirta Mayang Kota Jambi. Saat ini masih banyak pipa jaringan yang berumur tua. Perlu perbaikan. Butuh anggaran ratusan miliar untuk mengganti pipa baru.
PERLU PERBAIKAN: Pengolahan air di PDAM Tirta Mayang Kota Jambi. Saat ini masih banyak pipa jaringan yang berumur tua. Perlu perbaikan. Butuh anggaran ratusan miliar untuk mengganti pipa baru. [M. Ridwan/JE]

JAMBI - Ada sekitar 30 persen jaringan pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mayang Kota Jambi dalam keadaan tidak baik. Sudah seharusnya jaringan dilakukan pergantian karena sudah berusia puluhan tahun.

Dengan alasan anggaran, membuat PDAM belum mampu mengganti jaringan tersebut.
Direktur Tehknik, PDAM TM Kota Jambi, Sasli Rais mengatakan, total jaringan PDAM TM sekitar 2,4 juta. 30 persen perlu diganti. Untuk mengganti semua jaringan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Sehingga harus dilakukan secara bertahap.
"Kita rehab dengan skala prioritas. Anggarannya cukup besar," akunya.

Estimasi anggaran untuk mengganti 30 persen jaringan pipa PDAM tersebut sebesar Rp 500 Miliar. "Untuk anggaran perbaikan jaringan pipa, kita dibantu dengan APBD dan APBN," imbuhnya.

Dikatakan Sasli, 30 persen jaringan pipa yang rusak tersebut banyak berada di jalan utama, yang status jalannya milik Pemerintah Provinsi dan Pusat.

"Untuk memperbaiki jaringan pipa, kita harus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat, Pemprov dan Pemkot. Jaringan pipa kita tidak hanya berada di jalan kota saja namun juga jalan milik Provinsi dan Lusat. Perlu koordinasi," tuturnya.

Sasli Rais menyebutkan, sebagian besar pipa di Kota Jambi sudah berusia lebih dari 20 tahun. Pipa PDAM itu terbuat dari bahan Asbes yang daya tahannya hanya 10 tahun.
"Inilah permasalahannya, pipa kita banyak yang sudah tua. Daya tahan pipa hanya 10 hingga 15 tahun. Sedangkan PDAM ini sudah berdiri selama 40 tahun," jelasnya.
"Untuk memperbaiki pipa tersebut sudah mulai kita lakukan secara bertahap sejak  2 tahun terakhir ini," pungkasnya.

(hfz)