Hari ini Sidang Lanjutan Kasus Suap RAPBD, Mayoritas Saksi dari Golkar

Senin, 26 Februari 2018 - 11:15:28 - Dibaca: 1647 kali

Google Plus Stumbleupon


Sidang dugaan suap RAPBD Jambi beberapa waktu lalu.
Sidang dugaan suap RAPBD Jambi beberapa waktu lalu. / Jambi Ekspres Online

Pimpinan Dewan Juga Ikut Dipanggil

JAMBI-Sidang OTT ‘Uang Ketok Palu’ suap RAPBD Provinsi Jambi kembali digelar hari ini (26/02) di PN Tipikor Jambi.

Ini merupakan sidang ketiga atau agenda pemeriksaan saksi yang kedua. Dalam sidang ini dihadirkan setidaknya lebih dari lima saksi, dan kebanyakan merupakan anggota DPRD Provinsi Jambi.

Penasehat hukum mantan Plt Sekda Provinsi Jambi Erwan Malik, Lifa Malahanum saat dikonfirmasi koran ini, kemarin (25/2) mengatakan, ada 9 saksi yang diperiksa hari ini.

‘’Tadi kita lihat ada sembilan saksi untuk kita,’’ ujar Lifa saat dikonfirmasi Jambi Ekspres.

Diantara saksi itu, dia mengatakan,  merupakan salah satu unsur pimpinan dan para legislator yang keburu menerima uang panas ini. 

"Yang jelas saksinya Ada Syahbandar dan Emi Nopisah Kembali,’’ tambahnya.

Mengenai kesiapan pihaknya, Lifa mengatakan semua dalam kondisi yang baik. "Terdakwa Alhamdulillah sehat dan siap," jelasnya. Bahkan dia sempat berkelakar bahwa orang yang tidak berbohong sudang barang pasti sehat, berbeda jikalau berbohong. Dia pun mengutarakan keyakinan seperti sidang pada 19 Januari lalu, karena saksi sudah tidak bisa menunjukkan satu alat bukti terhadap kliennya.

"Kan sudah nampak, Sekwan tidak bisa tunjukkan bukti pemindahan tanggal pengesahan RAPBD," kenangnya.

Selain itu, pihak yang menerima uang yang dimaksud adalah anggota dewan dari Fraksi golkar. Yakni M Juber Cs. Karena dalam dakwaan yang menerima uang ketok untuk partai Golkar adalah nama tersebut.

Hal ini diakui oleh penasihat hukum Arfan selaku terdakwa lainnya. "Yang dipanggil ada Fraksi Golkar seperti Gusrizal , ada pula nama lintas fraksi lain yakni Yanti Marya Susanti, Nurhayati dan kadis Pariwisata Provinsi Jambi Ujang Hariyadi,’’ ingat Mudarwan Yusuf seraya mengatakan jumlah keseluruhan untuk saksinya ada enam orang.

Menurutnya, sebanyak itulah yang dia ketahui untuk saksi kliennya saja. Sementara untu saksi terdakwa lainnya dia mengaku tidak tahu.

Dia pun kembali mengaharapkan agar untuk kliennya dapat disidangkan pertama karena pada sidang lalu telah mendapat giliran paling belakang. "Itu harapan kita , tapi secara prinsip kita siap saja," ujarnya.

Untuk para saksi yang dipanggil besok (hari ini, red) sejumlah nama sudah mengkonfirmasi. Seperti wakil ketua DPRD AR Syahbandar. Saat dihungi, Wakil Ketua DPD Gerindra ini mengatakan sudah menerima panggilan untuk hadir di persidangan.

‘’Sebagai warga negara yang baik kita siap, agar kasus ini terang benderang," ujarnya. 

Selanjutnya untuk keterangan esok (hari ini, red) dimuka sidang Syahbandar mengatakan, keterangannya akan berkutat disekitar BAP-nya saat diperiksa penyidik KPK beberapa bulan lalu.

"Saya akan usahakan jawab apa yang saya tahu," imbuhnya. 

Dia mengatakan setidaknya ada dua point yang menyangkut dengan dirinya didakwaan JPU. Yakni soal pertemuan pimpinan DPRD di ruang Ketua DPRD. "Saya sudah jawab itu ke penyidik,’’ terangnya.

Serta mengenai koordinasi yang dilakukan oleh unsur pimpinan dengan kepala daerah Provinsi Jambi.

Untuk saksi lainnya wakil ketua DPD Gerindra inipun mengakui untuk lembaganya, beberapa rekannya juga akan dihadirkan pada sidang ini. Seperti Yanti Marya Susanti , Nurhayati beserta lima anggota Fraksi Golkar.

Sementara itu, informasi yang berhasil diperoleh koran ini, beberapa saksi yang dipanggil besok, selain Syahbandar, Yanti Mariya, Nurhayati ada juga nama 5 orang anggota Fraksi Golkar DPRD Provinsi Jambi, yaitu Sufardi Nurzain, M Juber, Gusrizal, Ismet Kahar dan Popriyanto.

Sementara dari eksekutif ada nama Sekwan Emi Nopisah dan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Pemprov Jambi Ujang Haryadi.

Seperti diketahui, sejauh ini, 4 orang saksi sudah dihadirkan di persidangan. Mereka adalah Sekewan DPRD Provinsi Jambi Emi Nopisah, mantan Kepala Alkal Dinas PUPR Provinsi Jambi Wasis Sudibyo, sopir mantan Plt Kadis PUPR Frenandes alias Otong dan staf Sekretariat DPRD Nayu.

Sementara tiga tedakwa yakni mantan Plt. Sekda Provinsi Jambi Erwan Malik, mantan Plt Kadis PUPR Arpan, dan Asisten III Setda  Provinsi Jambi Saifudin didakwa melakukan perbuatan sedemikian rupa memberikan uang tunai sebesar Rp 3,4 M kepada penyelenggara negara terkait pengesahan Rancangan peraturan daerah (Raperda) RAPBD Jambi 2018.

dapun   Nama yang disebut menerima dana tunai senilai Rp3,4 Miliar itu adalah Cekman selaku ketua Fraksi Restorasi Nurani sebesar Rp700 juta, Elhelwi dari Fraksi PDI-P sebesar Rp600 Juta,  Parlagutan Nasution selaku ketua fraksi PPP sebanyak Rp400,    Tadjuddin Hasan sebagai perwakilan Fraksi PKB sebesar Rp600 juta, serta M. Juber selaku perwakilan fraksi Golkar sebesar Rp700 juta,selanjutnya uang tersebut diserahkan kepada anggota fraksinya yakni,  Ismet Kahar, Tartiniah, Popriyanto,dan Mailudin. Uang tersebut merupakan syarat akan kehadiran para anggota fraksi agar mau hadir dalam Raperda RAPBD 2018 menjadi RAPBD 2018. Jumlah yang diberikan kepada perwakilan fraksi tersebut berdasarkan banyaknya anggota fraksi. Dengan perjanjian Rp200 Juta. Sementara pimpinan dijanjikan mendapatkan proyek di Jambi pada 2018. Serta Fee 2 persen dari pembangunan jembatan layang multiyears di Kota Jambi. 

Atas perbuatannya tiga terdakwa dikenakan tiga pasal dakwaan . Yang tertuang dalam pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf B atau Pasal 13 Undang-Undang 31  Tahun 1999  tentang Pemberantasan  Tindak Pidana Korupsi  jo Pasal  55 ayat  (1)  ke-1 KUHP  jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. (aba)