Program Desa Makmur Peduli Api di Sarolangun Minimalisir Titik Api

Kamis, 08 Maret 2018 - 10:42:09 - Dibaca: 942 kali

Google Plus Stumbleupon


SIMBOLIS : Pimpinan PT. BKS dan PT. BKM dari Group Sinar Mas memberi bantuan kepada salah satu Desa binaan.
SIMBOLIS : Pimpinan PT. BKS dan PT. BKM dari Group Sinar Mas memberi bantuan kepada salah satu Desa binaan. [IST]

SAROLANGUN - Program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) dari Sinar Mas Agribusiness kembali menyelesaikan tahun yang sukses di Provinsi Jambi, dengan berkurangnya titik panas dan kebakaran disembilan Desa di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun. Tercatat pada tahun 2017 jumlah titik panas dan titik api menurun menjadi dua titik yang semula tiga titik menjadi satu titik.

"Awalnya pada tahun 2015 kita paling banyak memiliki titik api dan panas, yakni sebesar 213 titik panas. Namun, dengan adanya DMPA, titil api di Kecamatan Air Hitam berkurang drastis," kata Benjamin Joshua selaku CEO Perkebunan Sinar Mas Group Wilayah Jambi.

Oleh sebab itu, dirinya berharap sembilan desa DPMA terus siaga dalam meminimalkan kebakaran pada tahun 2018 ini. "Karena sudah berhasil meminimalkan kebakaran pada tahun 2016 dan 2017 lalu. Maka kami memberi penghargaan kepada sembilan Desa binaan ini sebesar Rp 100 juta per Desa yang nantinya akan digunakan untuk penggadaan sarana dan prasarana pemadam kebakaran tim masyarakat siaga api dan fasilitas umum lainnya," ujarnya.

Dirinya juga menilai, penghargaan kepada Desa binaan diberikan, karna dinilai kesadaraan masyarakat terkait bahaya kebakaran lahan dengan tanpa membakar sudah tertanam kepada masyarakat. "Semenjak dibentuk DMPA selama dua tahun ini, masyarakat Kecamatan Air Hitam sudah menyadari bahwa akan banyak dampak negatif yang ditimbulkan dari membakar lahan. Baik dari segi kesehatan manusianya, kesehatan tanah, sanksi hukum dan kerugian material," ungkapnya.

Terpisah, Imron selaku Camat Air Hitam mengatakan, dengan adanya pembinaan rutin kepada setiap Desa yang ada di Kecamatan Air Hitam, maka sudah ikut serta membantu program pemerintah dalam mencehah Karhutla.

"Mudah- mudahan, kedepan tidak ada lagi kebakaran lahan seperti pada tahun 2015 lalu yang mencapai 213 titik api di Kabupaten Sarolangun. Dan pembinaan ini sangat bagus karna dimulai dari kesadaran masyarakat," pungkasnya.

(hnd)