Banjir Tiba Waktu Sahur, Rendam Ratusan Rumah

Jumat, 25 Mei 2018 - 13:25:16 - Dibaca: 1492 kali

Google Plus Stumbleupon


BANJIR: Warga RT 08, Kelurahan Budiman menyelamatkan peralatan rumah tangga yang terendam banjir akibat derasnya hujan yang terjadi Rabu malam hingga Kamis dinihari.
BANJIR: Warga RT 08, Kelurahan Budiman menyelamatkan peralatan rumah tangga yang terendam banjir akibat derasnya hujan yang terjadi Rabu malam hingga Kamis dinihari. [M. Ridwan / JE]

JAMBI - Ratusan rumah terendam banjir akibat hujan deras mengguyur Kota Jambi, pada Rabu malam hingga Kamis dinihari, kemarin (24/5). Tinggi air yang menggenang rumah warga lebih dari 1 meter. Datangnya banjir saat warga ingin sahur.

 Buruknya kondisi drainase masih menjadi persoalan. Drainase tak mampu menampung tingginya curah hujan. Selain itu, juga terjadi sedimentasi dan penumpukan sampah pada drainase.

Pantauan di lapangan di Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo, sedikitnya ada tiga RT yang terendam banjir, diantaranya, RT 20, RT 31, RT 26. Penyebabnya, drainse tak mampu menampung tingginya curah hujan.

 Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Jambi, Yunius, mengatakan, pihaknya sudah meninjau beberapa titik lokasi terjadinya banjir. Penyebabnya memang drainase.

          “Durasi hujan yang sangat lama membuat drainase kita tidak mampu menampung tingginya curah hujan,’’ kata Yunius, kemarin.

          “Dalamnya banjir bervariasi. Ada yang satu meter lebih. Tergantung titiknya,” imbuhnya.

          Banjir terjadi di sejumlah wilayah dalam Kota Jambi, diantaranya, Kecamatan Alam Barajo, Jambi Selatan, Jelutung, Kota Baru.

          “Tergenangnya di wilayah pemukiman. Seperti di Jambi Selatan, yang kena di RT 6, RT 22 Wijayapura, juga di RT 18 pasir Putih,” imbuhnya.

           Secara umum, sebut Yunius, untuk Kota Jambi, ada sekitar 500 rumah yang terendam. “1.000 tidak nyampe, lebih kurang 500 an lah,” ujarnya.

          Lebih Lanjut Yunius menyebutkan, upaya jangka pendek pihaknya akan menulusuri sungai yang ada di Kota Jambi untuk dilakukan pembersihan. “Drainase pecah, roboh. Itu akan kita perbaiki. Yang jelas, sedimentasi, sampah akan kita bersihkan dulu,” ujarnya.

          2018 ini, kata Yunius, pihaknya memiliki anggaran Rp 700 juta untuk normalisasi dan pembersihan sungai. “Ada 8 sungai yang ada di Kota Jambi. Selain sungai, kita juga bersihkan saluran-saluran jalan utama,” pungkasnya.

(hfz)