Nilai Ekspor CPO Jambi US$ 21,7 Juta, Selama Tahun 2017, Dominan ke India

Jumat, 25 Mei 2018 - 13:37:55 - Dibaca: 2444 kali

Google Plus Stumbleupon


DOMINAN KE INDIA: Salah satu mobil CPO saat melintas di jembatan Aur Duri II. CPO ini sebagian diekspor ke India
DOMINAN KE INDIA: Salah satu mobil CPO saat melintas di jembatan Aur Duri II. CPO ini sebagian diekspor ke India [M. Ridwan / JE]

JAMBI - Ekspor Crude Palm Oil (CPO) asal Jambi ternyata sebagian besar ke India.  Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat bahwa,  sepanjang 2017 lalu,  dua negara menjadi tujuan ekspor CPO tersebut, India dan Singapura.  Namun pengiriman lebih didominasi ke India. 

Kepala BPS Provinsi Jambi Dadang Hardiwan, mengatakan,   total nilai ekspor CPO selama 2017 lalu sebanyak US$ 21,7 juta . Pengiriman CPO dilakukan melalui Pelabuhan Teluk Bayur Padang.  Sedangkan total berat CPO yang diekspor sebanyak  33 ribu ton.  

"Iya didominasi ke India, "kata Dadang. 

Hal yang samapun masih terjadi dari catatan BPS pada 2018 ini.  Pada Januari dan Februari 2018 nilai ekspor CPO mencapai  US$9,8 juta, dengan negara tujuan ekspor India dengan berat  15 ribu ton. 

Selain CPO,   bagian sawit lainnya yakni Palm Kernel Oil (PKO)  atau minyak nabati kelapa sawit juga diekspor ke negara Malaysia dan Thailand.  Sepanjang 2017 kedua negara tersebut menjadi tujuan ekspor PKO dengan nilai ekspor US$ 12,1 juta  dengan berat 10 ribu ton. 

"Kalau PKO memang banyak ke Malaysia dan ini tidak tiap bulan ada pengiriman hanya bulan-bulan tertentu," ujarnya. 

Sementara itu,  ekspor Palm Kernel Shell (PKS)  atau bakar dari cangkang sawit, yang juga merupakan bagian dari CPO dikirim kebeberapa negara tetangga  yakni Jepang,  Thailand,  Taiwan,  dan Korea.  Nilai ekspor PKS selama 2017 kemarin sebanyak US$ 53 juta. Sedangkan untuk 2018 ekspor PKS mencapai US$ 9,4 juta.

Ekspor  PKS ini dikatakannya melalui pelabuhan Muara Sabak,  Jambi,  dan Kuala Tungkal.