Mundur Lebih Gentleman, Dua Kasus Jerat Zumi Zola

Senin, 16 Juli 2018 - 10:14:02 - Dibaca: 2786 kali

Google Plus Stumbleupon


Zumi Zola
Zumi Zola / Jambi Ekspres Online

Pengamat hukum Jambi Prof Bahder Johan Nasution mengatakan walau telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang beruntun, tersangka Gubernur non aktif Zumi Zola tidak bisa digulingkan. Kecuali ada pengunduran diri secara langsung atau menunggu inkrahnya perkara.

“Harus inkrah salah satu perkara yang nantinya akan jadi landasan pencopotannya sebagai Gubernur Jambi,” katanya saat dibincangi koran ini (15/7).

Tetapi , Bahder menyebut akan sangat gentlemen jika gubernur tersebut berani secara sadar mengundurkan diri. “Kalau pilih mundur sangat gentlemen, karena itu bentuk mempertanggungjawabkan kesalahan,” sampainya.

Selanjutnya, Bahder menyebut pilihan sekarang ada pada diri tersangka, untuk tetap bertahan atau memilih mundur dalam arti kata mempertanggungjawabkan kesalahannnya.

Pun begitu sebaliknya jika pada proses pembuktian di persidangan tidak terbukti bersalah, menurut Bahder tersangka akan dipulihkan nama baiknya. “Intinya jika tidak merasa bersalah, berarti kemungkinan besar tidak akan mundur, artinya public harus menunggu inkrah” tandasnya.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jambi Bayu Anugerah, berpendapat, status Zumi Zola sebagai tersangka menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat Provinsi Jambi terhadap pemerintah.

Ia meminta Zumi Zola sebagi gubernur non aktif bisa segera mengundurkan diri dari jabatannya. “Kalau bukti sudah cukup, harus mundur sebagai gubernur. Harus legowo,” kata Bayu, kemarin (15/4).

Apalagi saat ini Zumi Zola sudah mengemban dua status tersangka, yakni sebagai tersangka kasus gratifikasi dan kasus suap APBD Provinsi Jambi.

“Ini menjadi polemik di tengah masyarakat. Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah berkurang,” imbuhnya.