Turnamen Piala Suratin di Tanjabtim Dihentikan

Udara Kota Jambi Berbahaya

Sabtu, 07 September 2019 - 12:12:34 - Dibaca: 1248 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAMBI - Kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi berdampak luas. Kondisi udara di Kota Jambi kian memburuk, berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi, kualitas udara pada Kamis malam (5/9) masuk dalam kagetori berbahaya.

          Dikatakan Abu Bakar, juru bicara Pemerintah Kota Jambi, data Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi, dari pantauan alat Air Quality Monitoring System (AQMS) Pemerintah Kota Jambi, diperoleh adanya kecenderungan peningkatan parameter particulate (debu) di udara dengan kategori berbahaya bagi kesehatan, dengan kecenderungannya naik pada malam hari.

"PM 2,5 nilai 349 diatas baku mutu, kategori berbahaya tadi malam (Kamis malam, red)," kata Abu Bakar, Jumat (6/9).

Lebih lanjut Abu bakar menyebutkan, pemerintah Kota Jambi mengimbau kepada masyarakat supaya mengurangi aktifitas diluar ruangan khususnya pada malam hari antara pukul 21.00 wib malam hingga pukul 04.00 wib.

“Jika terpaksa harus beraktifitas diluar ruangan diharapkan agar menggunakan masker," imbuhnya.

Sementara Addi Setiadi, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jambi mengatakan, beberapa hot spot yang berada di kabupaten/kota dalam Provinsi Jambi menjadi pengaruh.

“Kita perhatikan kondisi angin dominan dari arah timur tenggara. Otomatis, beberapa kabupaten yang memiliki hot spot mempengaruhi,” kata Addi Setiadi, kemarin (6/9).

Sejak Juli, Agustus dan Sepetember ini hot spot di Jambi memang lebih dominan. Sehingga kondisi tersebut juga memepengaruhi jarak pandang.

“Tadi pagi pukul 07.00 Wib (Jumat pagi, red) jarak pandang 800 meter,” imbuhnya.

Jarak pandang di Jambi masih berfluktuasi, karena setiap jam ada perubahan. Berdasarkan data, pada 6 September 2019 pukul 00.30 Wib jarak pandang yakni 2500 meter, pada pukul 02.00 Wib jarak pandang  masih dalam kondisi 2500 meter, pada pukul 04.00 Wib jarak pandang 3500 meter, kemudian pukul 06.30 menjadi 1700 meter dan pada pukul 07.00 wib menajdi 800 meter.

“Untuk penerbangan, jarak padang dibawah 3 ribu sudah riskan. Tapi kita BMKG memberikan informasi aktual dilapangan. Bagaimana kondisi arah kecapatan angin, jarak pandang. Kita tidak bisa melarang,” jelasnya.

“Sekarang ( jumat sore, red) jarak pandang bagus. Kalau kita perhatikan, kondisinya jelek pada malam hari,” ujarnya.

Lebih lanjut Addi Setiadi menyebutkan, berdasarkan prakiraan BMKG, awal musim hujan secara umum untuk Provinsi Jambi terjadi pada Oktober dasarian II.

“Tapi untuk Kerinci, dasaraian I sudah masuk awal musim hujan, terusannya Kabupaten Tebo,” katanya.

September ini kata Addi, diperkirakan memang ada hujan, namun sifatnya lokal di daerah Provinsi Jambi wilayah barat.

“Hujan lokal, terjadi di daerah dataran tinggi,” pungkansya.

Sementara itu, menurunnya kualitas udara di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, membuat Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Tanjung Jabung Timur, Jambi menghentikan untuk sementara kompetisi sepak bola Piala Soeratin Tanjabtim U-13 dan U-15 tahun 2019.
Kebijakan penghentian aktivitas pertandingan tersebut merespon pekatnya kabut asap yang ditimbulkan akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah kabupaten Tanjabtim. Komite Kompetisi Askab PSSI Tanjabtim Zainal Abidin, membenarkan hal tersebut, Ia menyatakan, kabut asap dan kondisi udara di areal lapang sepak bola paduka berhala atau lokasi diadakan kompetisi piala Soeratin saat ini sudah sangat tidak baik untuk kesehatan.
"Hasil koordinasi panitia bersama tim kesehatan dan melihat kondisi udara di sekitaran lapangan paduka berhala dalam kondisi tidak baik, maka semua pertandingan hari ini dan Sabtu untuk U-13 dan U-15 kami hentikan sementara,"kata Zainal Abidin.
Ia menjelaskan, aktivitas Piala Soeratin ini terpaksa ditunda hingga dua hari ke depan, itupun jika kondisi udara memungkinkan. Hingga kini, kabut asap yang ditimbulkan dari bencana karhutla itu masih pekat dan tebal. Hasil koordinasi yang dilakukan pertandingan tersebut akan dilanjutkan pada hari Minggu (8/9), itupun jika kualitas udara memungkinkan.
Tidak hanya Liga Pelajar yang dihentikan sementara, Siswa Sekolah Dasar (SD) di kabupaten itu turut diliburkan untuk sementara waktu.
Berdasarkan surat edaran dari Dinas Pendidikan Tanjab Timur, siswa SD kelas V dan VI hingga hari Sabtu (7/9) diliburkan, dimana sebelumnya siswa kelas I-IV SD di Kabupaten itu sejak hari Senin (2/9) telah diliburkan. Meski telah dikeluarkan surat edaran, sejumlah orang tua murid masih mengantar anaknya ke sekolah. Hal itu disebabkan belum sampainya surat edaran tersebut kepada orang tua murid. Dan sebagian orang tua sudah mendapatkan surat edaran resmi dari Dinas Pendidikan,yang telah tersebar melalui pesan whatsapp.
Satu diantaranya di SD 23 Kelurahan Sabak Ilir Kecamatan Muara Sabak Timur Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Hingga pukul 7.30 Wib masih terlihat para siswa dan orang tua mendatangi sekolah tersebut.
"Katanya libur lagi anak anak anak ini, tapi sekolah belum mengintruksikan bubar maka kami masih menunggu, kalau melihat kualitas udara pagi ini sudah pantas untuk diliburkan karena kabutnya pekat sekali, jarak pandang saja tidak sampai 100 meter," Suprapto salah satu orang tua siswa. (hfz/ant)