Gunakan Dana Desa, Jembatan Gantung Teluk Pandak Diperbaiki

Jembatan Besi jadi Solusi

Rabu, 09 Oktober 2019 - 08:51:59 - Dibaca: 704 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

MUARA BUNGO-Setelah diberitakan beberapa waktu lalu, bahkan menjadi viral di jagad maya, jembatan gantung di Dusun Teluk Pandak yang sebagian lantainya sudah tidak ada lagi, namun tetap dilewati para pelajar untuk ke sekolah, akhirnya diperbaiki.

Usman, Rio Embacang Gedang. Saat ini Dusun Embacang Gedang dan Teluk Pandak tengah memperbaiki jembatan tersebut degan menggunakan dana dua desa.

‘‘Kita berencana memperbaiki jembatan ini dengan menggunakan dana desa. Diperkirakan dalam bulan ini perbaikannya sudah selesai dan jembatan bisa difungsikan ,’‘ ucap Usman.

Sementara itu PLT Rio Dusun Teluk Pandak, Amrizal mengatakan pihaknya sudah pernah menemui Bupati Bungo untuk menyampaikan persoalan ini. Kala itu, Bupati mengintruksikan untuk berkoordinasi dengan Dinas PU.

‘‘Bupati menyarankan untuk berkoordinasi dengan dianas PU. Dinas PU sudah turun pada tanggal 28 Agustus lalu. Hasilnya pihak desa disuruh memperbaiki dengan mengganti lantai papan ,’‘ ucap Amrizal.

Kasubag Humas Pemkab Bungo, Rahmad Hidayat mengatakan, Pemerintah Daerah tengah mencari solusi.

Saat ini jembatan tersebut sudah dalam masa perbaikan. Sebagai solusi awal, pihak perangkat desa sudah menyediakan perahu untuk penyebrangan masyarakat.

‘‘Jembatan tersebut sudah ditutup dari beberapa waktu lalu. Saat ini sudah diperbaiki. Tapi masih ada masyarakat yang ingin cepat dengan melintasi jalan rusak tersebut ,’‘ ucap Rahmad Hidayat, Selasa (8/10).

Sementara itu Jupri salah satu warga mengatakan harusnya ada langkah pasti dari pemerintah daerah. Jika tidak bisa lagi diperbaiki, maka harapannya bisa dibangun jembatan besi.

‘‘Jika melihat jumlah masyarakat yang melintas, memang jembatan ini tidak layak lagi jembatan gantung. Makanya kami meminta dibangun jembatan besi ,’‘ sebutnya.

Menurut Jupri, penyediaan perahu penyebrangan bukanlah solusi tepat. Pasalnya, untuk menyebrang masyarakat juga harus membayar pada pemilik perahu sebesar Rp 2000.

‘‘Perahu penyebrangan itu sudah ada dari dulu. Kalau menyebrang harus bayar. Jadi menurut saya itu bukan solusi. Ini kan aset pemerintah daerah, hendaknya mereka yang lebih memikirkan, bukannya pihak desa ,’‘ tutupnya. (ptm)