Pendaftaran CPNS 2019: IPK Pas-pasan Jangan Lamar Instansi Ini

Selasa, 22 Oktober 2019 - 09:31:41 - Dibaca: 4642 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAKARTA-Pendaftaran CPNS 2019 diperkirakan dimulai November. Persaingan bakal makin ketat karena jumlah pelamar diprediksi mencapai 5 juta lebih.

"Kami prediksikan pelamar akan membeludak karena formasi yang disiapkan tahun ini cukup banyak 197.111," kata Deputi Badan Kepegawaian Negara (BKN) bidang Sistem Informasi Kepegawaian Suharmen, Selasa (22/10).

Bakal membeludaknya jumlah pelamar, para peserta pun diimbau untuk pintar mengatur strategi.

Instansi yang dilamar harus sesuai kemampuan calon pelamar. Pelamar juga harus bisa memetakan peluang yang lebih besar baginya.

"Kalau IPK pas-pasan ya jangan melamar di Kementerian Keuangan. Sebab, pelamarnya sangat banyak dengan IPK tinggi," tambah Karo Humas BKN Mohammad Ridwan.

Dia mencontohkan, pada rekrutmen CPNS 2018, lima instansi pusat dengan pelamar terbanyak ada di Kemenkumham, Kemenag, Kemenristekdikti, Kejagung, dan Kemenhub.

Sedangkan instansi daerah, lima besar adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Yogyakarta.

Lebih lanjut dikatakan, tahun lalu jumlah pendaftar CPNS yang membuat akun sebanyak 4,6 juta orang. Namun, yang memastikan data hanya 3,6 juta. Itu belum termasuk Papua, Papua Barat, Palu, dan Donggala.

Melihat tingginya antusiasme masyarakat mendaftar CPNS, diperkirakan tahun ini ada kenaikan jumlah pelamar 10-20 persen. Diprediksi 5 jutaan pendaftar, termasuk wilayah Papua, Papua Barat, Palu, dan Donggala.

Untuk memudahkan para peserta dalam seleksi, lanjutnya, BKN bersama instansi terkait berusaha mendekatkan dengan lokasi tes. Jangan sampai, pelamar terhalang oleh jarak lokasi tes.

Dalam rekrutmen CPNS 2019, formasi yang dibuka sebanyak 197.111, dengan perincian untuk kementerian/lembaga sebanyak 37.854 formasi dan untuk daerah sebanyak 159.257 formasi.

Dari formasi CPNS 2019 tersebut, yang terbanyak untuk jabatan tenaga pendidik dan kesehatan. (esy/jpnn)

Sumber: www.jpnn.com