Indonesian Palm Oil Conference 2019

Wapres : Sawit Jadikan Negara Neraca Perdagangan Indonesia Lebih Baik

Kamis, 31 Oktober 2019 - 12:17:52 - Dibaca: 838 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

NUSADUA- Wapres Ma'ruf Amin  mengatakan, Indonesia patut bersyukur atas tumbuh suburnya sawit sehingga menjadikan neraca perdagangan Indonesia lebih baik. “Sawit sebagai komoditas yang bernilai strategis mampu  berkontribusi sebesar 270 triliun untuk devisa negara. Keberhasilan ini tidak terlepas  karena kerja para pelaku usaha sawit  yakni para petani dan pengusaha khususnya Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI),” kata Wapres Ma'ruf Amin saat meresmikan pembukaan konferensi Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2019 and 2020 Price Outlook di Nusa Dua, Bali, Rabu (31/10).

IPOC 2019 merupakan konferensi yang diselenggarakan oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI). Kegiatan ini dihadiri sekitar 1.500 peserta dari 18 negara.

IPOC-2

Wapres menambahkan, pembangunan perkebunan kelapa sawit mampu mendorong perekonomian dan menumbuhkan sentra-sentra ekonomi baru seperti di Sumatera Utara, Riau dan Kalimantan. Banyak  Provinsi di Indonesia perekonomian bertumbuh karena digerakkan oleh sawit.

Bahkan, kata Wapres keberadaan sawit mampu menggerakkan perekonomian di daerah pinggiran.”Karena itu, kedepan peran komoditas ini harus terus ditingkatkan. Apalagi karena adanya peningkatan permintaan dunia akan energi berkelanjutan."

Dalam kesempatan ini Wapres juga mengingatkan, pesan Presiden Jokowi tahun lalu untuk perbaikan sawit. Menurut Wapres Presiden Jokowi punya 5 pesan penting untuk perbaikan industri sawit yakni  memaksimalkan produktivitas,  peremajaan sawit, perluasan ekspor, pengembangan industri hilir dan keberlanjutan dari program B20 terus dilanjutkan.

Pengembangan kelapa sawit ke depan difokuskan pada peningkatan produktivitas lahan dan daya saing. Karena  itu Program peremajaan Perkebunan Sawit Rakyat (PSR) dan yang didukung oleh BPDP-KS harus mampu menuntaskan target  185 ribu hektar.“ Berbagai masalah yang menghambat seperti adminintrasi harus segera di selesaikan khususnya oleh Kementan,” tegas Wapres.

Wapres  mengharapkan, industri perlu konsisten memberikan penghargaan bagi KUD yang punya produktivitas tinggi. Hal ini  akan jadi pemicu bagi kelompok lain untuk meningkatkan produktivitas.

Wapres berpendapat sertifikat Indonesia Sustainability Palm Oil (ISPO) menjadi bagian penting untuk mengatasi kampanye antisawit. Komitmen GAPKI untuk mensyaratkan semua anggotanya telah tersertifikasi ISPO pada akhir 2020  merupakan langkah sangat baik. Melalui sertifikasi ini pesan yang negatif yang diarahkan kepada sawit bisa dikurangi dengan data dan fakta terkait komitmen ISPO.“ISPO merupakan bagian penting dari perbaikan tata kelola perkelapa sawit,” kata Wapres.

 

Lebih jauh Wapres mengingatkan tentang pentingnya peningkatan produktivitas, hilirisari melalui peningkatan industri untuk oleofood, oleokimia dan sebagainya. “Peningkatan ini diharapkan mampu mendorong petani swadaya bermitra dengan perusahaan."

Strategi peningkatan penggunaan Biodisel dalam negeri untuk memperkuat pasar domestik dan mengurangi impor minyak bumi harus tetap dilakukan.

Kebijakan B20 saat ini mampu menyerap 4 juta ton minyak sawit dan diperkirakan akan meningkat menjadi 6,4 juta ton yang mampu terserap tahun ini. Sehingga pada awal 2020 bulan Januari 3 juta ton akan bertambah untuk diserap.

Upaya memperkuat pasar domestik dilakukan dengan langsung bekerjasama dengan PLN untuk menciptakan green gasoline dan green avtur.(van)