Usai Rapat di Kantor Regional VII BKN Palembang

Lokasi Tes CPNS Jambi Diputuskan Kamis

Selasa, 05 November 2019 - 08:50:34 - Dibaca: 4542 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAMBI – Persiapan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk Provinsi Jambi mulai dikoordinasikan. Yang terdekat adalah Pemerintah Daerah Jambi yang kebagian kuota CPNS bakal diundang rapat di Palembang, Kamis mendatang (7/11). Ini bertujuan untuk memastikan tempat tes yang akan digunakan pada Februari 2020 mendatang.

April Koni, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Kepegawaian Negara (BKN) Jambi mengatakan, akan dilaksanakan rapat penentuan sarana prasaranan CPNS Kamis mendatang. Ini untuk menyiapkan segalanya jelang pelaksanaan tes CPNS yang diberi jatah 21 hari pelaksanaannya.

“Untuk itu solusi pemakaian tempat nanti akan diputuskan, karena tahun ini yang menanggung komputer dan sarana lainnya adalah Pemda, bukan BKN lagi,” jelasnya saat dikonfirmasi Jambi Ekspres (4/11) kemarin.

Untuk pilihan nantinya, April menyebut, Pemda dapat memilih melakukan tes mandiri, co sharing. Untuk mandiri Dia menyebut, dapat dilakukan di daerah, namun, untuk alat juga masih menggunakan system CAT (Computer Assisted Tested) dari BKN. “Tetapi cara ini mengharuskan pemakaian gedung harus luas untuk menampung jumlah pelamar yang diperkirakan membludak,” katanya.

Kemudian, cara selanjutnya, yakni, co sharing yakni dengan cara mengadakan tes di kantor depan UPT BKN Jambi yang nanti juga akan disewa. Untuk gedung depan ini, April menyebut telah direnovasi dan mampu menampung 200 komputer dari yang sebelumnya hanya 134 komputer.

“Nanti dengan cara ini yang kita rekomendasikan, karena daerah bisa bergantian melakukan tes di sini, dengan kesepakatan pembayaran komputer pada pihak vendor (pihak ketiga), yang nantinya Pemda bisa bergantian memakai komputer untuk tes, misalnya, Kerinci 3 hari, dilanjutkan Kota Jambi 3 hari,” ujarnya.

Nantinya, kesepakatan daerah untuk persetujuan ini akan ditunggu, untuk ketentuan pelaksanaan pada hari tes.”Memang sekarang masih berkembang karena ada juga yang masih mengusulkan untuk tes di SMP, tapi, daeri pusat tak ada ketentuannya,” katanya.

Untuk tahun 2018 lalu Dia mengatakan, memang ada daerah yang mengadakan secara mandiri, seperti, di Tebo, namun, sekarang mereka juga mengisyaratkan untuk tes di BKN. Juga seperti Kabupaten Merangin dan Muaro Jambi yang menggunakan tes di SMA fasilitas Dinas Pendidikan sebelumnya sekarang nampaknya takkan terjadi. “Ini rekomendasi saja, tapi, nanti berkembang tergantung kesepakatan Pemda,” jelasnya.

Untuk penggunaan sarana di Dinas Pendidikan (Gedung Sekolah) sendiri April menyebut memang tidak direkomendasikan pusat. “Ini karena memakai gedung yang daya tampungnya sedikit dan ada alasan lainnya juga dari pusat,” ujarnya.

Sedangkan khusus untuk gedung UPT BKN Jambi sendiri, April menyebut nantinya hanya diperuntukkan bagi tes Kementerian. Dengan ketentuan instansi vertical itu memiliki pelamar dibawah 1.000. “Karena ketentuan pusat dan menyesuaikan dengan komputer di UPT BKN yang hanya 100,” ujarnya.

Namun, Dia menyebut untuk jadwal tes sendiri tak harus Kementerian yang terlebih didahulukan. “Tergantung siapa yang siap, bisa juga Pemda yang tes duluan seperti pelaksanaan tahun lalu ada Kementerian yang belakangan,” ujarnya.

 Untuk kesiapan di UPT BKN, April menyebut, terus dikebut. Seperti pemasangan komputer dan jaringan komputer dalam waktu dekat. Selain itu BKN Jambi juga telah berbenah dengan adanya ruang tunggu yang layak, yang sudah diatapi. Yang nantinya juga menjadi tempat monitor running text pengumuman nilai peserta setelah ujian. “Untuk fasilitas kita sama seperti tahun lalu, dan ada peningkatan,” jelasnya.

Selebihnya, ditanya mengenai sesuatu yang baru seperti adanya masa sanggah dia menyebut mengikuti ketentuan pusat. Yakni dapat dilakukan setelah memasukkan pendaftaran atau sebelum tes Seleksi Kemempuan Dasar (SKD). “Nanti  tetap seperti kebijakan pusat  semua ketentuannya,”ujarnya.

Sementara ditanya terkait formasi dia menyebut memang belum keluar rinciannya untuk Jambi. “Di SSCN Kemenpan RB juga belum ada kita belum dapat rinciannya,” tandasnya.

Sementara itu, Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengingatkan agar para pelamar CPNS 2019 mewaspadai penipuan yang kerap mengatasnamakan BKN. Dan perlu menjadi peringatan, bahwa BKN tidak pernah menerbitkan surat keputusan CPNS kecuali untuk instansi BKN sendiri.

Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan menegaskan jika pelamar mendapatkan hal seperti ini segera laporkan ke pihak berwajib disertai dengan bukti-bukti otentik. ”Tolong dicatat, BKN tidak pernah menerbitkan SK CPNS kecuali SK CPNS untuk BKN sendiri," kata Ridwan, kemarin (4/11).

Selain itu, kata dia, simulasi Computer Assisted Test (CAT) yang diselenggarakan BKN selalu gratis tanpa dipungut biaya apapun, dan tidak pernah bekerja sama dengan pihak lain. "Untuk simulasi CAT BKN, kami tidak pernah bekerja sama dengan pihak lain dan selalu gratis," kata dia.

Pemerintah, sambung dia, membuka sebanyak 152.250 formasi CPNS tahun 2019, yang terbagi untuk 67 kementerian/lembaga dan 461 pemerintah daerah. Berdasarkan data yang ada dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, 152.250 formasi CPNS itu dibagi masing-masing 37.425 formasi untuk kementerian/lembaga, dan 114.861 formasi untuk pemerintah daerah.

Rencananya pendaftaran dimulai tanggal 11 November 2019 secara online melalui sscasn.bkn.go.id, dan ditutup 24 November 2019. Berdasarkan ketentuan, peserta hanya bisa mendaftar pada satu instansi dan satu formasi jabatan di kementerian/lembaga/pemda. Untuk tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) direncanakan pada awal Februari 2020, dan dilanjutkan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) di awal Maret 2020. Sementara pengumuman kelulusan dilakukan pada April 2020.

”Khusus kepada masyarakat, sekali lagi jangan terjebak dengan iming-iming. Termasuk melakukan suap atau pun sejenisnya kepada pejabat BKN maupun di didaerah. SKD menggunakan Computer Assisted Test (CAT) untuk mencegah adanya kecurangan. Jadi jangan sampai tertipu,” timpalnya.

Deputi bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB Setiawan Wangsaatmaja mengatakan jenis formasi yang dibuka tahun ini terdiri dari formasi umum dan formasi khusus. "Formasi khusus itu antara lain untuk lulusan cumlaude, diaspora, putra dan putri asal Papua dan Papua Barat, penyandang disabilitas, dan formasi lain yang sifatnya strategis," kata Setiawan.

 Dia mengatakan secara sektoral, pemerintah juga telah menetapkan jumlah formasi CPNS 2019. Pada bidang pendidikan, formasi yang disiapkan sebanyak 65.397, pada bidang kesehatan sebanyak 34.038 formasi. ”Nah, untuk jabatan fungsional, disiapkan formasi sebanyak 31.912 dan pelaksana teknis dibuka 20.903 formasi,” jelasnya. (aba/fin/ful)