Rebut Dukungan PAN di Pilkada Bungo

Manuver Mahilli Hadang Mashuri

Selasa, 05 November 2019 - 09:12:21 - Dibaca: 497 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

MUARABUNGO- Wasekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Muhammad Mahilli bermanuver untuk merebut dukungan partai matahari biru di Pilkada Bungo. Tidak hanya mengklaim direstui DPP, Mahili juga mengaku mendapatkan dukungan 15 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PAN Bungo.

"Dari total 17 DPC, 15 DPC sudah memberikan dukungan kepada saya. Dukungan ini diberikan dalam bentuk tertulis dan sudah di kirimkan ke DPP ," ujarnya.

Manuver mantan ketua DPRD Bungo ini dilakukan mengingat partai besutan Zulkifli Hasan (Zulhas) juga memiliki nama lain di Pilkada Bungo. Ia adalah Mashuri, kandidat petahana yang akan kembali bertarung pada Pilkada tahun depan.

Karena itu, Mahilli menyusun kekuatan untuk menghadang Mashuri diakar rumput. Menggalang dukungan DPC , kemudian mendesak pengurus DPW dan DPP menjatuhkan pilihan padanya.

Bahkan surat dukungan yang diterimannya diakui Mahili untuk menjadi pertimbangan DPP memberikan Surat Keputusan (SK) dukungan. "Selain memberikan dukungan kepada saya, DPC juga menyatakan surat penolakan rekomendasi terhadap calon lain. Jadi kita tunggu saja siapa nanti yang akan diberikan SK ," sebutnya.

Disamping ingin mengunci dukungan PAN, Mahilli mengaku terus melakukan komunikasi politik dengan partai politik dan kandidat lainnya. Ini tentunya untuk membangun koalisi mengingat PAN tidak bisa mengusung sendiri. 

"Untuk mendapat dukungan, saya juga sudah mendaftarkan diri di Gerindra dan PPP. Saya juga sudah berkomunikasi dengan ketua PKB, ketua PKS, ketua PBB, ketua Perindo, ketua Demokrat dan lainnya ," bebernya.

Sebelumnya, perebutan perahu dukungan partai berlambang matahari biru terjadi antara petahana Mashuri dan Mahili.  Bahkan DPP PAN harus mengeluarkan rekomendasi ganda untuk kedua kadernya tersebut.

Surat rekomendasi pertama nomor 10/PILKADA/IX/2019 tertanggal 17 September ditandatangani Viva Yoga Mauladi selaku Ketua Tim Pilkada DPP ditujukan untuk Mahilli. Sedangkan surat nomor 21/PILKADA/X/2019 tertanggal 29 Oktober diterbitkan untuk Mashuri.

Surat rekomendasi yang berbeda itu bertandatangan dan bercap stempel basah. Ini menunjukkan jika surat yang di terbitkan resmi di keluarkan DPP PAN.

Belakangan diketahui isi kedua surat itu yakni bukan merupakan rekomendasi dukungan. Melainkan perintah DPP yang meminta keduanya untuk mencari calon wakil dan mendapatkan koalisi.

Sekretaris DPW PAN Provinsi Jambi, Khusaini membenarkan adanya rekomendasi yang diterbitkan partainya. Menurutnya, surat rekomendasi itu bukan keputusan final, terkait siapa yang akan diusung di Pilkada Bungo 2020.

"Surat rekomendasi itu hanya sifatnya restu dari DPP. Ini karena adanya permintaan yang diajukan sebelumnya," ujarnya, Minggu (3/10) kemarin.

Politisi senior PAN ini menyampaikan, jika DPP memberikan keleluasaan kepada Mahili dan Mashuri untuk bergerak mencari partai koalisi. Kemudian mencari wakil dan sosialisasi ditengah masyarakat. "Nanti juga akan disurvei. Siapa saja kader mau maju akan diberi rekomendasi," jelasnya.

Ketika sudah memenuhi syarat, kata Khusaini, maka akan terbitkan SK oleh DPP yang ditanda tangani Ketua umum Zulkifli Hasan dan Sekjen Eddy Soeparno.  "Nanti setelah memenuhi syarat, baru dikeluarkan SK untuk satu pasangan calon," lanjutnya.

Lalu kenapa harus ada dua rekomendasi? Khusaini menjelaskan, surat rekomendasi dikeluarkan berawal dari adanya adanya usulan dari Mahili. Kemudian agar tidak bias, maka Mashuri juga meminta rekomendasi.  "Supaya tidak disalahartikan, maka Mashuri juga meminta rekomendasi. Makanya dikeluarkan juga untuk Mashuri," tukasnya. (ptm/wan)