Djusri Ramli Terancam Dipecat

Rabu, 06 November 2019 - 11:27:06 - Dibaca: 461 kali

Google Plus Stumbleupon


FOTO : IST/JE 
PENJARINGAN : Ketua DPW Berkarya Provinsi Jambi, Ambiar Usman dan jajaran pengurus ketika menyambut kedatangan ketua umum Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto.
FOTO : IST/JE PENJARINGAN : Ketua DPW Berkarya Provinsi Jambi, Ambiar Usman dan jajaran pengurus ketika menyambut kedatangan ketua umum Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto. / Jambi Ekspres Online

JAMBI- Manuver ketua DPD Berkarya Kabupaten Bungo, Djusri Ramli berbuntut panjang. Bahkan Djusri Ramli terancam di pecat dari jabatannya sebagai nahkoda partai usai memboyong kandidat petahana Mashuri menemui Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto.

Bahkan lembaran surat pencopatan Djusri Ramli  beredar luas di media social (Medsos). Ini terjadi karena Djusri Ramli dinilai melangkahi mekanisme penjaringan yang telah di tetapkan DPP Berkarya

Dalam surat pemecatan yang tertanggal 5 November 2019 itu, terdapat beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh Djusri Ramli. Pertama, tidak melaksanakan pendaftaran penjaringan bakal calon kepala daerah sesuai jadwal yang ditetapkan DPP Partai Berkarya.

Kemudian, tidak melaksanakan survei internal partai Berkarya sesuai petunjuk Ketua Umum DPP Partai Berkarya. Selanjutnya, tidak melaksanakan tahapan mekanisme dan petunjuk DPP Partai Berkarya dan teakhir tidak menghormati aturan dan petunjuk yang berlaku.

Ketua DPW Partai Berkarya, Ambiar Usman membantah jika sudah melakukan pemecatan. Namun ia mengakui keberadaan surat pemecatan itu, meskipun belum ditandatanganinya dan belum beri nomor surat. "Belum dipecat, kita akan panggil dulu untuk memberikan teguran keras kepada yang bersangkutan," katanya, Selasa (5/11) kemarin.

Akan tetapi Ambiar tidak menampik ada kemungkinan pemecatan dilakukan jika Djusri Ramli tidak memperbaiki kesalahannya. "Kita akan segera panggil, bisa jadi nanti dipecat jika tidak mengindahkan teguran ini," ungkapnya.

Bagaimana dengan dukungan untuk Mashuri? Ambiar membantah jika partainya telah memberikan dukunga kepada salah satu kandidat. Ia juga menyayangkan langkah yang diambil Mashuri.

Menurutnya, sikap Mahuri dan Djusri Ramli merupakan pelanggaran etika politik karena tanpa sepengetahuan DPW.  "Saya sangat menyayangkan dan menyesalkan pertemuan ini. Seharusnya kami yang bawa mereka ke DPP," tukasnya. (wan)