APTISI Undang Eks Staf Ahli Menristek Dikti ke STIKES HI

Senin, 11 November 2019 - 19:43:29 - Dibaca: 725 kali

Google Plus Stumbleupon


Ketua Yayasan STIKES HI Jambi yang juga Ketua APPERTI Provinsi Jambi didampingi Ketua STIKES HI Jambi dan Ketua APTISI Wilayah X C Jambi saat penyerahan cinderamata kepada Dr. KH Abdul Wahid Maktub foto bersama peserta diskusi.
Ketua Yayasan STIKES HI Jambi yang juga Ketua APPERTI Provinsi Jambi didampingi Ketua STIKES HI Jambi dan Ketua APTISI Wilayah X C Jambi saat penyerahan cinderamata kepada Dr. KH Abdul Wahid Maktub foto bersama peserta diskusi. / Jambi Ekspres Online

JAMBI-Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah X C Jambi kedatangan Dr. KH Abdul Wahid Maktub yang merupakan  eks Staf Khusus Menristek Dikti. Kedatangannya dalam rangka Diskusi Bersama Pimpinan Perguruan Tinggi (PT) se-Provinsi Jambi.

STIKES HI Jambi pun menjadi lokasi pertemuan dan diskusi bersama tersebut. Dalam kegiatan langsung dihadiri Ketua Yayasan STIKES HI Jambi yang juga Ketua APPERTI Provinsi Jambi H. Ardian Faisal SE MSi, Ketua APTISI Provinsi Jambi Dr. Filius Chandra SE MM dan Ketua STIKES HI Jambi Ns. Susi Widiawati M.Kep.

Kegiatan juga dihadiri 18 pimpinan PT se-Provinsi Jambi, Sekretaris Yayasan STIKES HI Jambi, Wakil ketua I, II, III, Ketua LPM, Ketua P3KM para Ketua Prodi, dosen, staf STIKES HI Jambi dan undangan lainnya.

Ketua STIKES HI Jambi, Ns. Susi Widiawati M.Kep dalam sambutannya mengatakan, Pertemuan Diskusi Bersama Pimpinan PT se-Provinsi Jambi mengangkat tema ‘Tantangan Perguruan Tinggi Diera Disrupsi Digital’. 

Diharapkan kedatangan Staf Khusus Menristek Dikti ini dapat memberikan pencerahan, bagaimana PT di Jambi menghadapi revolusi industri 4.0. Kedatangan Staf Khusus Menteri ini merupakan hal yang sangat positif.

“Terima kasih STIKES HI Jambi telah dijadikan tuan rumah dalam kegiatan. Apalagi dengan dukungan dari APPERTI Provinsi Jambi dan APTISI Provinsi Jambi. Mudah-mudahan materi yang diberikan oleh Staf Khusus Menteri ini dapat memberikan perubahan bagi PT di Jambi. Apalagi diera 4.0, yang berbasis teknologi, informasi dan komuniakasi serta informasi teknologi,” papar Ketua STIKES HI Jambi Jum’at (8/11) lalu.

Sementara itu Ketua APTISI Provinsi Jambi, Dr. Filius Chandra SE MM menambahkan, kehadiran Staf Khusus Menristek Dikti ini bakal memberikan informasi bagi perkembangan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jambi ke depannya.

Dari sebanyak 40 PTS di Jambi yang hadir dalam kegiatan sebanyak 18 PTS. Mereka berasal dari 15 PTS di Kota Jambi dan 3 PTS dari kabupaten dalam Provinsi Jambi.

“Mudah-mudahan dari informasi yang diberikan Staf Khusus Menteri, dapat bermanfaat baik bagi kita semua, hingga PTS di Jambi mampu bersaing bukan saja ditingkat nasional namun internasional. Terima kasih kepada STIKES HI Jambi yang telah memfasilitasi kegiatan,” terang Ketua APTISI Jambi.

Ketua Yayasan STIKES HI Jambi yang juga Ketua APPERTI Provinsi Jambi, H. Ardian Faisal SE MSi mengatakan, menjadi kehormatan bagi STIKES HI Jambi atas kedatangan Staf Khusus Menteri dan STIKES HI Jambi menjadi tuan rumah Pertemuan Diskusi Bersama PT se-Provinsi Jambi.

Dirinya jarang sekali menemukan orang seperti  Dr. KH Abdul Wahid Maktub yang menadahulukan agama, untuk merengkuh kesuksesan dunia dan akhirat.

“Anggota APPERTI di Jambi ada 40 PTS, namun yang aktif sebanyak 30 PTS dan baru didirikan 3 tahun lalu. Kemajuan PTS karena 3 tungku sejarangan yang bermaksud antara yayasan, pengelola dan mahasiswa harus duduk bersama, untuk sama-sama memajukan PTS. Kalau ini dilakukan maka PTS akan kuat,” jelas Ketua Yayasan STIKES HI Jambi.

Dengan adanya duduk bersama ini, maka akan menghasilkan keputusan untuk perekembangan dan kemajuan PTS. Dirinya selama ini pun berusaha semaksimal mungkin untuk selalu duduk bersama dengan Ketus STIKES HI Jambi, untuk sama-sama mengembangkan STIKES HI Jambi.

“Artinya PTS-PTS di Jambi pun untuk selalu duduk bersama, agar PTS maju. Kalau ada beda pendapat itu wajar, karena kita sama-sama mencari jalan keluar sebuah permasalahan. Implementasi inilah yang sama-sama harus kita kerjakan,” urainya.

Dr. KH Abdul Wahid Maktub yang merupakan  Staf Khusus Menristek Dikti saat dikonfirmasi mengatakan, Pertemuan Diskusi Bersama PT se-Provinsi Jambi ini nantinya PTS dapat menyadari dengan adanya perubahan tantangan baru.

Tantangan baru tersebut membutuhkan jawaban baru dan pendekatan baru, karena dengan tantangan baru maka sistem lama yang digunakan lambat laun ditinggalkan. Sehingga PTS harus terus melakukan perbaikan secara terus menerus, melakukan pembaharuan secara adaptif.

“Kalau bisa menjawab tantangan tersebut. maka hasilnya akan lebih baik lagi. Sebaliknya kalau tidak bisa menjawab tantangan maka yang terjadi PTS akan colapse. Banyak pengalaman membuktikan, PTS yang tidak adaptif dan responsif akan collapse. Saya ingatkan perubahan bukannya membuat PTS mundur tapi maju dan lebih baik lagi,” harapnya. (yos)