Segera Tinggalkan Jabatan Sekda, Pilih jadi Widyaiswara Utama

Sekda M Dianto: Cari yang Aman Saja

Kamis, 14 November 2019 - 11:01:31 - Dibaca: 738 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAMBI-Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi M.Dianto akan segera meninggalkan jabatannya. Ini karena dia sudah mendapatkan jabatan baru sesuai hasil tes Widyaiswara Utama yang diikuti pada pertengahan Oktober lalu di Lembaga Akreditasi Nasional (LAN) RI Jakarta.

BACA JUGA: Sekda M Dianto Lengser dari Jabatan

Hal ini dikonfirmasi oleh Sekda M.Dianto. Namun dia menyangkal bahwa lengsernya dia dari jabatan Sekda karena isu tak cocok dengan Gubernur Jambi Fachrori Umar. Dia hanya beralasan karena ingin mencari posisi yang aman saja.

“Tidak lah (tak cocok dengan gubernur, red), kita hanya ingin mengabdi untuk Provinsi Jambi tapi dengan jabatan fungsional Widyaiswara utama saja, cari yang aman saja,” sampainya saat dikonfirmasi Jambi Ekspres (13/11).

Ditambah lagi, kata dia, usianya kini sudah tua dan mempertimbangkan keluarganya. “Kito ini lah tuo, kalau ado apo-apo kasihan keluargo istri anak dan cucu,” jelasnya.

Untuk proses pelepasan dirinya dari jabatan sekda dia menyebut  suratnya sedang berproses di Kemedagri untuk diusulkan ke Presiden melalui Sekretariat Negara (Sekneg). “Jadi saya menunggu saja terbitnya 2 Surat Keputusan (SK) Presiden, 1 SK untuk Widyaiswara Utama dan 1 SK untuk pemberhentian dari jabatan Sekda Provinsi Jambi,” sampainya.

 Untuk hasil proses tes menjadi widyaiswara Dianto menyebut dirinya mengikuti tes tersebut pada 10, 14 dan 15 Okt 2019 di LAN-RI Jakarta. ”Dan hasilnya  Alhamdulillah minggu yang lalu diumumkan oleh LAN-RI saya lulus, dengan terbitnya SK Widyaiswara Utama, nantinya saya akan jadi ASN di BPSDM Provinsi Jambi, yang tugasnya adalah jadi Fungsional Widyaiswara Utama,” jelasnya.

Sementara sebelumnya hal ini juga disampaikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jambi Husairi. Kata Husairi hasil jabatan fungsional Widyaiswara utama yang diikuti Sekda M Dianto telah keluar 2 minggu lalu.

Untuk itu setelah keluarnya hasil widyaiswara ini keluar harus diajukan kepada Presiden RI Joko widodo. "Jadi nanti ada dua SK yang keluar yakni SK pemberhentian Sekda dan pengangkatan Widyaiswara Utama yang diproses di Sekretariat negara melalui Kemendagri," jelasnya saat dikonfirmasi.

 Namun sebelum SK itu turun M Dianto masih menempati jabatan Sekda. Bahkan Husairi menyebut pengajuan pemberhentian Sekda juga sudah diajukan pihaknya. Walaupun surat pengunduran diri Sekda belum diajukan. "Yang jelas kita ajukan itu ke pusat dulu prosesnya, dan kita belum tahu kalau SK pengunduran diri sekda, mekanisenya memang pengajuan dari kita (BKD) duluan," katanya.        

Nantinya Husairi menyebut M Dianto akan menjadi widyaiswara tingkat nasional walaupun berkator di BPSDM Provinsi Jambi. "Nanti beliau bisa ngajar juga di daerah lain, karena sifatnya widyaiswara nasional bisa saja ditugaskan LAN mengajar dimana,"ujarnya.

Disinggung alasan Sekda meninggalkan jabatannya karena tak cocok dengan Gubernur Jambi, Husairi menampik. "Bukanlah kalau Widyaiswara itu bisa pensiun umur 65 tahun, yang seharusnya PNS 60 tahun pensiunnya, terlebih beliau juga yang melamar untuk jabatan widyaiswara utama ini," ujarnya.

Untuk selanjutnya soal Pelaksana tugas Sekda setelah Dianto resmi meninggalkan jabtan Husairi menyebut merupakan keweangan Gubenur yang menetapkan sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah (PPK). “Untuk PLT tanya Gubernur saya tak tahu, karena nantinya beliau juga yang melantik biasanya,” ujarnya.

Sedangkan untuk kemungkinan lelang Sekda akan dilaksanakan bersamaan dengan lelang jabatan empat kepala OPD Pemprov yang kososng Husairi menyebut tak bisa demikian. “Lelang sekda tak sama dengan OPD, karena Sekda pejabat madya sednagkan OPD Pejabat Pratama, jika ada anggarannya tahun depan maka lelang sekda bisa kita lakukan tahun depan lah,” katanya.

Seperti diketahui, Widyaiswara adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, dan wewenang mendidik, mengajar dan/atau melatih Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Lembaga Diklat Pemerintah, yang diduduki oleh PNS dengan hak dan kewajiban yang diberikan secara penuh oleh pejabat yang berwenang. 

Peran jabatan Widyaiswara Utama, wajib melakukan pembinaan terhadap Widyaiswara Madya, muda dan pertama. Selain tugas fungsional tersebut, Widyaiswara Utama juga melakukan penelitian dan analisis untuk pengembangan kediklatan. (aba)