Ketum IGI Imbau Guru Honorer Tinggalkan Ruang Kelas, Begini Respons Bu Titi

Kamis, 14 November 2019 - 12:36:43 - Dibaca: 5713 kali

Google Plus Stumbleupon


Titi Purwaningsih (kiri) mendukung imbauan Ketum IGI Ramli Rahim agar guru honorer kompak meninggalkan ruang kelas. Foto: Mesya/JPNN.com
Titi Purwaningsih (kiri) mendukung imbauan Ketum IGI Ramli Rahim agar guru honorer kompak meninggalkan ruang kelas. Foto: Mesya/JPNN.com / Jambi Ekspres Online

JAKARTA- Imbauan Ketum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim agar seluruh guru honorer meninggalkan ruang kelas, mendapat dukungan dari Titi Purwaningsih.

BACA JUGA: Nadiem Makarim Harus Bikin Regulasi Rekrutmen Guru Honorer

Menurut Titi yang merupakan Ketum Perkumpulan Hononer K2 Indonesia (PHK2I) itu, meninggalkan ruang kelas merupakan bentuk protes yang efektif agar pemerintah sadar bahwa guru honorer selama ini tenaganya dibutuhkan.

Titi menegaskan, seluruh guru honorer K2 mendukung dan siap melaksanakannya imbauan Ketum IGI Ramli Rahim.

BACA JUGA: Honorer K2 Waswas NIP CPNS 2019 Lebih Dulu Terbit Dibandingkan PPPK Tahap I

"Saya sangat setuju. Itu bentuk protes honorer K2 kepada pemerintah yang tidak kunjung diperhatikan dan hanya dapat PHP (pemberi harapan palsu) belaka," kata Titi Purwaningsih kepada JPNN.com, Rabu (13/11).

Dia menyebutkan, selama ini aturan yang dikeluarkan pemerintah tidak menghargai tenaga hononer K2. Honorer K2 hanya diperas tenaganya.

"Biar pemerintah tahu betapa selama ini guru honorer yang mengisi ruang-ruang kelas, biar kami tinggalkan saja. Mudah-mudahan dengan begitu pemerintah sadar kalau ternyata tenaga pendidik yang statusnya tidak jelas itulah yang membuat proses belajar mengajar masih berjalan," terangnya.

Korwil PHK2I Jawa Timur Eko Mardiono juga menyatakan siap untuk meninggalkan ruang kelas. Ajakan IGI harus disikapi dengan cara saksama dan dalam tempo sesingkat singkatnya.

"Jika honorer K2 tidak diakui, kami tantang pemerintah keluarkan SK pemecatan massal. Diam hancur, maju lebur. Pilih yang mana? Yang berjuang lebih terhormat meskipun harus sama-sama gugur. Ayo waktunya bangkit. Suarakan kebenaran. Menangkan honorer K2 jadi PNS," seru Eko. (esy/jpnn)

Sumber: www.jpnn.com