Sekda sebut akan tes Urine ASN Muaro Jambi

Senin, 09 Desember 2019 - 09:20:30 - Dibaca: 853 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

SENGETI- Menanggapi beberapa Aparatur Sipil Negara ) Kabupaten Muaro Jambi yang terlibat dalam kasus Narkoba, pihak Pemkab Muaro Jambi berencana akan melakukan tes Urine dadakan kepada seluruh pegawai.

Hal ini diungkapkan oleh Sekda Muaro Jambi, MHD Fadhil Arif yang mengatakan selaku sekda (atasan ASN Muaro Jambi) dirinya mengaku miris dengan ASN yang ada di Muaro Jambi karna banyak yang terjerumus menggunakan narkoba. Kepada koran ini sekda Fadhil Arief menceritakan bahwa dalam menerima karyawan baik sebagai ajudan hingga penjaga rumah dari kalangan PNS dirinya sangat berhati hati, agar tidak kecolongan.

"Saya juga was was dan ngeri ngeri sedap sekarang ni, banyak PNS kita jadi target SatresNarkoba, makanya saya seleksi betul, yang bertugas disini baik dari Pol PP yang melakukan penjagaan rumah dinas maupun ajudan sayo, jangan sampai mereka terlibat narkoba, nanti malu kita dimuat di media,"sebut sekda

 

Dikatakannya, terkait banyaknya ASN Muaro Jambi yang terlibat narkoba sekda Fadhil Arief mengatakan dalam waktu dekat ini akan mengambil tindakan, salah satunya dengan Tes Urine. " Akan kita lakukan tes urine dalam waktu dekat ini,"sebutnya.

Dijelaskannya, ASN yang terjerat atau berususan dengan penegak hukum atas kasus narkoba dapat diberikan sanksi berupa pemotongan gaji, Dimana sesuai aturan yang berlaku maka gajinya dipotong 50 persen. Namun jika nantinya sudah putusan inkrah maka dapat dipesan secara tidak hormat.

" Bagi mereka yang saat ini ditahan karena kasus narkoba, gajinya bisa dipotong 50 persen, nanti kalau sudah inkrah bisa dipecat dengan tidak hormat,"tuturnya.

Sekda Muaro Jambi Fadhil Arief sangat menyayangkan  banyaknya ASN Muaro Jambi terlibat kasus narkoba, dirinya berharap kedepan jangan ada lagi ASN terlibat narkoba. " Saya harapkan jangan ada lagilah ASN Muaro Jambi yang terlibat kasus narkoba ini, jauhilah hal itu, kasihan dengan keluarga, bisa hancur rumah tangga,"pungkasnya. (era)