Rapat PAN Ricuh, Zulhas Kabur Bawa Palu Sidang?

Minggu, 22 Desember 2019 - 08:51:01 - Dibaca: 947 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAKARTA – Rapat harian PAN yang membahas soal kongres pada Jumat (20/12) malam berakhir ricuh. Bahkan, Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) disebut sempat lari sambil membawa palu sidang. Namun, loyalis Zulhas dengan tegas membantahnya. Ada oknum yang diduga sengaja ingin agar rapat ricuh.

Adalah mantan Ketua DPP PAN Agung Mozin yang kali pertama menyampaikan informasi kericuhan tersebut. Menurut Agung, Zulhas pergi terburu-buru karena tidak ingin rapat yang digelar di kantor DPP PAN dan dihadiri kubu lawannya dilanjutkan. Dia menyebut rapat dilakukan tanpa ada diskusi terkait pemilihan panitia kongres. Tak hanya itu. Agung juga menuduh Zulhas, yang juga calon ketua umum petahana, membawa preman.

Zulhas, kata Agung, memutuskan sepihak soal panitia Kongres. Mantan Ketua MPR RI itu langsung mengangkat Eddy Soeparno sebagai Ketua SC (Steering Committee) dan Eko Patrio jadi OC (Ketua Organizing Committee). “Tetapi banyak pihak yang nggak setuju. Karena pemilihan tidak dilakukan secara voting,” jelas Agung, di Jakarta, Sabtu (21/12).

Peserta rapat, terutama dari kubu lawan Zulhas langsung memprotes keputusan itu. Namun, lanjutnya, Zulhas tidak menghiraukannya. Dia langsung menutup rapat dengan cara mengetok palu. Selanjutnya, Zulhas lari sambil masih memegang palu. Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais juga hadir dalam rapat tersebut. “Zulhas sudah tidak menghargai Pak Amien lagi,” imbuhnya.

Setelah itu, Zulhas disebut kembali melanjutkan rapat dengan pendukungnya. Rapat di rumah dinas di kompleks Widya Chandra, Jakarta. Karena itu, Agung menegaskan rapat itu tidak sah. Selain bukan di kantor DPP PAN, Zulhas telah menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi.

Dia juga mempersoalkan Zulhas yang masih tinggal di rumah dinas Ketua MPR. Padahal, posisinya sudah digantikan oleh Bambang Soesatyo (Bamsoet). Sementara Zulhas Wakil Ketua MPR. Menurutnya, hal ini mempermalukan keluarga besar PAN. “Harusnya rumah itu ditempati Ketua MPR Bambang Soesatyo. Tapi Zulhas masih tinggal di sana,” imbuh Agung.

Menanggapi tudingan itu, Ketua DPP PAN Yandri Susanto, menyatakan Zulhas bukan melarikan diri. Menurutnya, Zulhas meninggalkan tempat karena rapat sudah selesai.

Dia menyebut, awalnya rapat tersebut telah menetapkan Sekjen PAN Eddy Soeparno sebagai Ketua Steering Committee (SC) dan Ketua DPD PAN DKI Jakarta Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio) sebagai Ketua Organizing Committee (OC) Kongres V PAN. “Keputusan itu sudah disetujui peserta rapat. Namun, di akhir rapatada pihak yang ingin membuat ricuh. Kelihatannya ada yang mau rusuh dan mau bikin ribut. Ada yang berdiri. Ada yang dorong-dorong. Tapi rapat harian itu sudah ditutup oleh Bang Zul. Karena sudah selesai, ya kita keluar,” jelas Yandri di Jakarta, Sabtu (21/12).

Yandri mengaku menyaksikan Zulhas tidak kabur seperti yang dituduhkan. Bahkan, dia ikut bersama Zulhas meninggalkan lokasi rapat. “Bang Zul santai saja kok. Nggak ada yang kabur. Saya kan ada di sana juga. Saya menyaksikan. Kalau ada yang bilang kabur, itu fitnah. Yang bicara nggak tahu situasi. Posisi saya persis di belakang Bang Zul. Santai saja kita jalan,” ucapnya.

Wasekjen DPP PAN Rosaline Irene Rumaseuw juga membela Zulhas. Dia mengatakan Zulhas pergi karena rapat sudah selesai. “Ketum PAN memang benar meninggalkan ruangan rapat. Sebab, beberapa agenda penting rapat sudah selesai diambil keputusan. Jadi rapat sudah selesai. Tidak benar ada rapat lain di rumah dinas. Rapat resmi diadakan di kantor DPP PAN Jalan Daksa I Nomor 10, Jakarta Selatan,” tutur Rosaline.

Sementara itu, Wasekjen DPP PAN Rizki Aljupri menyebut keributan berasal dari kubu yang tidak mendukung Zulhas maju sebagai ketum lagi. Dikatakan, Zulhas dan Sekjen Eddy Soeparno yang memimpin rapat harian sudah menentukan ketua SC dan OC untuk Kongres. Menurutnya, itu hak prerogatif ketum. Namun, setelah ketum memilih Sekjen jadi SC, kubu lain tidak setuju.

Rizki menyatakan Zulhas bisa membawa pembaruan terhadap PAN. Bahkan, PAN ingin lepas dari bayang-bayang Amien Rais. Zulhas, yang kembali mencalonkan diri sebagai ketum pada di Kongres PAN 2020 didukung oleh 30 pengurus PAN tingkat provinsi. “Dukungan ini membuktikan posisi Pak Zulkifli Hasan cukup kuat. Kami ingin ada pembaruan di PAN. Pak Pak Zul bisa membawa pembaruan tersebut,” pungkasnya.(rh/fin)

sumber: www.fin.co.id